70 Persen Konsumen Pilih EV, Wuling Optimistis Eksion PHEV Bakal Tumbuh
JAKARTA, iNews.id – Wuling Motors optimistis dengan respons pasar terhadap SUV elektrifikasi terbarunya, Wuling Eksion. Sejak diperkenalkan pada 22 April 2026, kendaraan tersebut telah mengumpulkan sekitar 1.500 surat pemesanan kendaraan (SPK) dari berbagai wilayah di Indonesia.
Menariknya, mayoritas konsumen memilih varian listrik murni atau electric vehicle (EV). Dari total pemesanan yang diterima, sekitar 70 persen berasal dari model EV, sementara 30 persen lainnya merupakan varian plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).
Brand Communication Senior Manager Wuling Motors, Brian Gomgom mengatakan, tingginya minat terhadap varian EV tidak terlepas dari kuatnya citra Wuling sebagai produsen kendaraan listrik di Tanah Air.
“Dari awal yang dominan itu EV sama sejak kami merilis Darion. Ini karena top of mind masyarakat terhadap Wuling sebagai produsen kendaraan listrik,” ujar Brian saat Media Test Drive Wuling Eksion di Purwokerto, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, konsumen Wuling Eksion berasal dari berbagai latar belakang. Sebagian merupakan pelanggan setia yang sebelumnya telah menggunakan produk Wuling, sementara sebagian lainnya adalah pembeli baru yang tertarik dengan teknologi elektrifikasi yang ditawarkan.
“Profil konsumennya ada yang loyal customer, ada juga yang baru. Adapun untuk komposisi pasar saat paling besar masih di wilayah Jabodetabek," kata Brian.
Untuk memperluas pangsa pasar, Wuling terus memperkenalkan Eksion di berbagai daerah di Indonesia. Langkah tersebut dilakukan guna meningkatkan penetrasi pasar sekaligus memperkenalkan pilihan teknologi PHEV kepada lebih banyak konsumen.
Brian menilai perjalanan pasar PHEV berpotensi mengikuti jejak kendaraan listrik murni. Seiring meningkatnya pemahaman konsumen terhadap teknologi elektrifikasi, minat terhadap kendaraan hybrid plug-in diperkirakan akan terus bertambah.
"Dulu saat awal EV hadir, penerimaannya juga belum sebesar sekarang. Namun seiring waktu berkembang, bahkan masyarakat sekarang sudah melihat Wuling identik sebagai produsen kendaraan listrik," kata Brian Gomgom.
Dia menyebutkan, kondisi tersebut menjadi indikator bahwa pasar PHEV juga memiliki peluang untuk tumbuh lebih besar di masa mendatang, terutama bagi konsumen yang menginginkan efisiensi kendaraan listrik namun tetap memiliki fleksibilitas mesin bensin untuk perjalanan jarak jauh.
Secara spesifikasi, Wuling Eksion memiliki dimensi panjang 4.745 mm, lebar 1.850 mm, tinggi 1.755 mm, serta jarak sumbu roda 2.810 mm yang dirancang untuk menghadirkan kabin luas dan kenyamanan maksimal bagi penumpang.
Di sektor kenyamanan, SUV ini mengusung suspensi McPherson pada bagian depan dan multi-link independent di belakang. Interiornya menawarkan nuansa premium melalui kombinasi warna walnut brown dan carbon black, ventilated seat, pengaturan kursi elektrik, hingga panoramic sunroof.
Fitur teknologi juga menjadi salah satu daya tarik utama. Wuling Eksion dibekali layar kontrol 12,8 inci, TFT multi information display 8,8 inci, serta kursi baris kedua dan ketiga yang dapat dilipat rata untuk menghasilkan kapasitas bagasi hingga 1.788 liter. Mobil ini juga dilengkapi electric power tailgate untuk memudahkan akses ke ruang penyimpanan.
Pada varian PHEV, Wuling menyematkan mesin hybrid 1.500 cc yang dipadukan dengan motor listrik. Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga mesin 105 hp dengan torsi 130 Nm, sementara motor listriknya menghasilkan tenaga 195 hp dan torsi 230 Nm. Berbekal baterai 20,5 kWh, jarak tempuhnya diklaim mampu melampaui 1.000 kilometer.
Sementara itu, Wuling Eksion EV mengandalkan baterai berkapasitas 69,2 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 530 kilometer dalam sekali pengisian daya. Motor listriknya menghasilkan tenaga 150 kW dan torsi 310 Nm serta sudah mendukung teknologi pengisian cepat DC Fast Charging CCS2.
Untuk pasar Indonesia, Wuling Eksion dipasarkan dengan harga on the road Jakarta mulai Rp389 juta untuk EV CE, Rp459 juta untuk EV EX, Rp449 juta untuk PHEV CE, dan Rp499 juta untuk PHEV EX.


