Toyota Patenkan Skuter Hidrogen dengan Konsep Tangki Bisa Diganti
Toyota terus menunjukkan komitmen mereka terhadap teknologi hidrogen ketika perusahaan tersebut dilaporkan mengajukan paten baru yang melibatkan skuter yang menggunakan sistem sel bahan bakar hidrogen dengan konsep tangki hidrogen yang dapat diganti.
Menariknya, ide ini tampaknya terinspirasi dari konsep baterai yang dapat diganti yang semakin populer pada sepeda motor listrik saat ini.Perbedaannya adalah Toyota ingin membawa pendekatan ini ke dunia hidrogen dengan memungkinkan pengguna untuk mengganti tangki hidrogen kosong dengan tangki penuh dalam waktu singkat tanpa harus sepenuhnya bergantung pada stasiun pengisian hidrogen.
Sebagai catatan, teknologi sel bahan bakar hidrogen sebenarnya telah lama dianggap sebagai salah satu solusi mobilitas hijau karena sistem ini menghasilkan listrik melalui reaksi antara hidrogen dan oksigen, dengan air sebagai satu-satunya emisi yang dihasilkan.
Selain lebih bersih, sistem sel bahan bakar ini juga dikatakan lebih efisien daripada mesin pembakaran hidrogen biasa.
Roda Nasib Berputar Cepat: Dulu Jerman Merajai China, Kini Mereka Cuma Jadi Mobil Bapak-Bapak
Namun, salah satu tantangan terbesar dari teknologi ini adalah kurangnya infrastruktur stasiun pengisian hidrogen di sebagian besar negara.Itulah mengapa Toyota memunculkan ide untuk menggunakan tangki hidrogen yang dapat dilepas pasang untuk mempermudah proses "pengisian ulang" energi untuk kendaraan roda dua.
Menurut paten tersebut, tangki hidrogen ditempatkan di tengah skuter untuk membantu mendistribusikan berat dan membuat pusat gravitasi sepeda motor lebih stabil. Selain itu, posisi ini juga dikatakan memberikan perlindungan yang lebih baik untuk tangki jika terjadi kecelakaan.
Toyota juga merancang sistem dudukan khusus yang memungkinkan tangki hidrogen ditarik keluar dari sisi sepeda motor untuk proses penggantian yang lebih mudah.
Meskipun hidrogen dikompresi pada tekanan yang sangat tinggi hingga 10.000 psi, berat tangki penuh dikatakan masih tidak terlalu berat untuk ditangani pengguna.
Menariknya, paten ini juga dianggap terkait dengan proyek kartrid hidrogen portabel Toyota yang akan diperkenalkan sekitar tahun 2022.Pada saat itu, Toyota membayangkan penggunaan kartrid hidrogen untuk berbagai jenis aplikasi termasuk sepeda motor, mobil kecil, drone, dan bahkan sistem energi domestik di rumah.
Sebenarnya, teknologi sel bahan bakar untuk sepeda motor bukanlah hal baru. Honda memperkenalkan skuter sel bahan bakar FC Stack sejak tahun 2004, sementara Suzuki telah mengembangkan beberapa prototipe sel bahan bakar Burgman untuk tujuan pengujian di jalan raya.
Faktanya, Suzuki juga memamerkan prototipe skuter hidrogen terbaru mereka pada tahun 2023, tetapi model tersebut menggunakan mesin pembakaran hidrogen alih-alih sel bahan bakar seperti konsep yang dipatenkan Toyota.
Meskipun teknologi hidrogen masih menghadapi berbagai tantangan termasuk biaya pengembangan dan kurangnya infrastruktur, langkah Toyota menunjukkan bahwa produsen otomotif Jepang tersebut masih percaya bahwa hidrogen memiliki potensi besar di masa depan mobilitas, termasuk untuk segmen sepeda motor dan skuter.



