Ekspansi, Lepas Targetkan Bangun 40 Jaringan Dealer Mobil di Indonesia
JAKARTA, iNews.id – Ekspansi di pasar Indonesia, Chery Group menargetkan membangun 30 hingga 40 dealer sub merek mobil Lepas pada 2026. Ini ditandai dengan pengembangan outlet kelima Lepas di kawasan BSD, Tangerang, Banten.
Tidak hanya berpusat di Pulau Jawa seperti Surabaya, Semarang, dan Bandung, jaringan dealer baru ini dipastikan akan merambah ke berbagai wilayah strategis di luar daerah.
Dealer-dealer baru tersebut nantinya akan hadir dalam dua skema operasional, yakni berdiri sendiri, atau dibangun berdampingan dengan jaringan Chery Group, seperti dealer Trimegah BSD di kawasan Serpong, Tangerang.
"Dengan target 30 hingga 40 titik baru di sepanjang tahun ini, Lepas tidak hanya berkomitmen meningkatkan volume penjualan, tetapi juga memastikan ketersediaan layanan purnajual (aftersales) yang lebih solid dan mudah dijangkau oleh konsumen di seluruh penjuru Indonesia," ujar Presiden Direktur Chery Group Indonesia Zeng Shuo dalam press conference pembukaan dealer Chery dan Lepas Trimegah BSD, Tangerang, Banten, Sabtu (23/5/2026).
Sementara itu, Direktur Utama Trimegah Group, Lindawati Tandyo menuturkan dealernya memiliki layanan sales, service, spare part, serta body & paint. Di samping itu dealer juga menyiapkan fasilitas charging station dan lounge untuk menunggu.
Dia mengungkapkan pihaknya optimistis dengan perkembangan pasar otomotif Indonesia terutama dengan Grup Chery yang menghadirkan kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) - listrik dan hybrid.
Menurut Lindawati, fenomena ini mirip dengan perkembangan mobil matik pada masa lalu yang sempat diragukan masyarakat “Pasti confidence, karena kami melihat ke depannya NEV akan menjadi nomor satu, sama seperti dulu saat mobil matik mulai berkembang,” ujarnya.
Dia menuturkan, pada awal kemunculannya mobil matik juga sempat dipandang sebelah mata karena dianggap belum mumpuni. Namun, seiring perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat, kendaraan tersebut kini justru mendominasi pasar otomotif.
Menurutnya, kondisi serupa juga terjadi pada kendaraan listrik dan hybrid saat ini. Bahkan, hingga tahun lalu masih banyak anggapan kendaraan elektrifikasi belum cukup impresif untuk digunakan masyarakat luas.
“Dulu juga banyak yang meragukan mobil matik karena dianggap belum mumpuni. Sama seperti sekarang, masih ada anggapan bahwa kendaraan listrik belum impresif dan segala macam,” kata Lindawati.
Dia menilai perkembangan NEV kini semakin pesat karena mendapat dukungan pemerintah serta dipengaruhi kondisi harga bahan bakar minyak (BBM). Faktor tersebut membuat masyarakat mulai melirik kendaraan elektrifikasi sebagai pilihan mobilitas masa depan.
“Sekarang NEV benar-benar semakin booming, didukung hubungan dengan pemerintah maupun kondisi BBM itu sendiri. NEV semakin diminati masyarakat,” ucapnya
Selain perkembangan pasar kendaraan elektrifikasi, dia juga menilai kualitas produk Chery menjadi alasan kuat pihaknya percaya diri menjual merek asal China tersebut. Menurut dia, Chery memiliki pengalaman panjang di industri otomotif globa
“Untuk mesin dari Chery, kita tahu Chery Group memang berasal dari industri otomotif. Makanya saya sangat confidence kenapa akhirnya segera berpindah menjual Chery,” katanya







