Rupiah Terus Melemah, Daihatsu Percepat Lokalisasi Komponen Impor

Rupiah Terus Melemah, Daihatsu Percepat Lokalisasi Komponen Impor

Otomotif | inews | Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:21
share

JAKARTA, iNews.id - Pelemahan nilai tukar rupiah lebih dari Rp17.700 per dolar AS membuat Daihatsu mulai mempercepat pengembangan komponen lokal untuk mengurangi ketergantungan impor. Langkah ini dilakukan sebagai strategi menghadapi tekanan biaya produksi akibat kurs mata uang asing.

Marketing Director and Corporate Planning Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Sri Agung Handayani mengatakan, masih ada sejumlah komponen kendaraan yang berasal dari impor sehingga depresiasi rupiah ikut memengaruhi operasional perusahaan.

"Ada beberapa komponen yang memang impor. Pastinya butuh penyesuaian. Tapi keberlanjutan industri ini kan mesti jalan ya," ujar Sri Agung, saat dikonfirmasi media, baru-baru ini.

Menurutnya, salah satu strategi utama yang kini dilakukan perusahaan ialah memperkuat kerja sama dengan rantai pasok guna mencari alternatif komponen lokal. Upaya tersebut diharapkan bisa mengurangi dampak fluktuasi dolar AS terhadap biaya produksi kendaraan.

"Lalu yang kedua, kita ada pembahasan juga dengan total supply chain kita. Untuk mencari solusi dalam pengembangan lokalisasi, dari beberapa part impor. Bukan part ya, tepatnya mungkin komponen," katanya.

Selain mempercepat lokalisasi, ADM juga melakukan efisiensi di sektor manufaktur. Langkah tersebut menjadi strategi awal sebelum perusahaan mempertimbangkan penyesuaian lain apabila pelemahan rupiah terus berlangsung.

"Jadi kita lakukan beberapa hal. Pertama, kita restructure biaya dan melakukan efisiensi di manufacturing kita," ujar Sri Agung.

Dia mengatakan, Daihatsu masih memantau perkembangan kurs rupiah untuk menentukan langkah selanjutnya. Menurut Sri Agung, perusahaan akan melihat apakah kondisi depresiasi berlangsung dalam jangka panjang atau hanya sementara.

"Dan yang terakhir adalah yang kita lihat apakah ini akan continue. Jadi tahap satu yang kita lakukan seperti tadi saya sebutkan. Strateginya kurang lebih seperti itu," katanya.

Sri Agung menilai pelemahan rupiah menjadi tantangan besar bagi seluruh industri otomotif nasional karena banyak pelaku industri yang masih bergantung pada bahan baku dan komponen impor.

"Saya rasa depresiasi ini berdampak bukan hanya pada pabrik Daihatsu. Ini akan terjadi pada seluruh industri yang ada di Indonesia. Maka saya yakin akan ada penyesuaian," ujarnya.

Meski begitu, dia memastikan hingga saat ini Daihatsu belum menaikkan harga kendaraan. Perusahaan disebut masih berupaya menjaga daya beli konsumen, terutama pembeli mobil pertama yang menjadi pasar utama Daihatsu.

"Saat ini tidak ada kenaikan harga Daihatsu. Selama 4 bulan sejauh ini, 5 bulan tidak ada sama sekali," ujar Sri Agung.

Topik Menarik