Gandeng Huawei dan JAC, Mobil Listrik Maserati Bakal Pakai Teknologi China

Gandeng Huawei dan JAC, Mobil Listrik Maserati Bakal Pakai Teknologi China

Otomotif | inews | Kamis, 14 Mei 2026 - 21:27
share

JAKARTA, iNews.id – Maserati dikabarkan tengah menjajaki kerja sama besar dengan raksasa teknologi asal China, Huawei dan produsen otomotif JAC Motors untuk mengembangkan mobil listrik generasi baru. Kabar tersebut pertama kali muncul dari laporan media China, Yunjian Insight. 

Disebutkan induk perusahaan Maserati, Stellantis, sedang membahas proyek kendaraan energi baru (NEV) yang berpotensi mengubah arah masa depan brand mewah asal Italia tersebut.

Jika kerja sama itu benar terjadi, Huawei disebut akan menangani teknologi inti kendaraan dan sistem pintar. Sementara JAC bertugas dalam proses riset, pengembangan, hingga produksi kendaraan. Maserati sendiri hanya akan fokus pada desain dan kekuatan branding premium mereka.

Skema tersebut disebut mirip dengan aliansi Harmony Intelligent Mobility Alliance milik Huawei yang saat ini sudah menaungi beberapa merek otomotif di China. Dalam model bisnis itu, Huawei berperan sebagai penyedia teknologi kendaraan pintar, sedangkan manufaktur dilakukan oleh partner otomotif.

Laporan itu juga menyebut ada dua model kendaraan yang sedang dalam tahap perencanaan awal. Salah satu model bakal dipasarkan di China menggunakan merek Maextro, sedangkan model lainnya akan hadir untuk pasar global dengan lencana Maserati.

Diskusi antara pihak-pihak terkait kabarnya sudah berlangsung sejak awal 2025 dan riset awal pengembangan kendaraan juga telah dimulai. Namun hingga kini Maserati belum memberikan pernyataan resmi terkait rumor tersebut.

Meski terdengar mengejutkan, kerja sama dengan perusahaan China bisa menjadi penyelamat bagi Maserati yang saat ini tengah mengalami penurunan penjualan drastis. Tahun lalu, Maserati hanya mampu menjual sekitar 11.127 unit kendaraan secara global, turun hingga 58 persen dibanding tahun sebelumnya.

Padahal pada masa kejayaannya di 2017, Maserati sempat mencatat penjualan sekitar 49.000 unit. Penurunan paling tajam juga terjadi di pasar China. Jika dulu mereka mampu menjual 14.498 unit dalam setahun, kini penjualannya hanya tersisa sedikit di atas 1.000 unit.

Sebelumnya Stellantis juga sudah menjalin hubungan erat dengan industri otomotif China lewat investasinya di Leapmotor. Grup otomotif tersebut bahkan memiliki 21 persen saham Leapmotor dan berencana memproduksi model EV untuk pasar Eropa mulai 2028.

Hingga saat ini belum diketahui apakah mobil baru Maserati nanti akan berbentuk SUV, sedan, atau mobil sport. Namun satu hal yang mulai dipertanyakan banyak penggemar otomotif adalah, apakah Maserati masa depan masih bisa mempertahankan jiwa Italia-nya jika teknologi dan produksinya berasal dari China?

Topik Menarik