Tips Pilih Ban SUV, Perhatikan Load Index Hindari Risiko Overload
JAKARTA - SUV menjadi model yang digemari di pasar Tanah Air. Mobil sport utility vehiclr (SUV) bisa diandalkan untuk melibas jalan menanjak, berlubang, hingga menantang.
Di sisi lain, kini SUV juga diandalkan untuk mobilitas perkotaan yang menuntut keseimbangan antara kenyamanan, stabilitas, dan keamanan berkendara. Perubahan pola penggunaan inilah yang membuat peran komponen seperti ban menjadi semakin krusial dalam menjaga performa kendaraan secara keseluruhan.
Namun, masih banyak pengendara yang belum sepenuhnya memahami karakter SUV memiliki pendekatan berbeda dalam perawatan, termasuk dalam pemilihan ban yang sesuai dengan beban, medan, dan gaya berkendara.
Load Index Sesuai Bobot
Tak sedikit kecelakaan lalu lintas dipengaruhi faktor kendaraan, termasuk dikarenakan pecah ban. Untuk menghindari kondisi tersebut, terdapat beberapa upaya preventif yang dapat dilakukan.
Hal ini seperti memastikan kondisi tapak ban masih layak sebelum bepergian, melakukan rotasi ban secara berkala, hingga memastikan ban yang digunakan tidak hanya sesuai dengan karakteristik SUV, tetapi juga dengan rekomendasi kapasitas beban yang tertera pada sidewall ban atau dikenal sebagai load index.
"Selain untuk alasan keamanan dan kenyamanan, load index menjadi faktor krusial mengingat karakteristik SUV yang memiliki bobot kendaraan lebih besar dibandingkan mobil penumpang pada umumnya," ujar National Sales Manager Passenger Car Radial PT Hankook Tire Sales Indonesia (HTSI), Apriyanto Yuwono, Kamis (14/5/2026).
Untuk memudahkan pemahaman, load index dapat dikenali melalui angka pada kode ban, misalnya 225/70R16T RF12 103T.
Angka 103 menunjukkan kapasitas beban maksimum yang dapat ditopang satu ban.
Sebagai gambaran, load index 95 mampu menopang sekitar 690 kilogram per ban atau sekitar 2.760 kilogram untuk empat ban. Sementara load index 100 mampu menopang sekitar 800 kilogram per ban dan load index 103 dapat menopang hingga sekitar 875 kilogram per ban.
"Dengan memahami load index yang tepat, ban mampu menopang beban SUV secara optimal, sehingga risiko overload yang dapat menimbulkan potensi ban tidak stabil, rusak, hingga seperti insiden pecah ban dapat dihindari. Load index pada ban umumnya dapat ditemukan pada sidewall ban, termasuk pada ban Hankook Dynapro dan tipe ban Hankook lainnya," katanya.
Di sisi lain, pengguna SUV juga perlu menyesuaikan ban dengan karakter medan jalan. Dengan kondisi infrastruktur jalan secara umum, kondisi tersebut terbagi ke dalam tiga tipe, yaitu highway terrain (HT), all-terrain (AT), dan mud-terrain (MT), yang masing-masing membutuhkan jenis ban berbeda.
Pihaknya merekomendasikan lini ban Dynapro yang dirancang sesuai dengan karakteristik masing-masing medan, dengan cengkeraman optimal di jalan kering maupun basah, serta memberikan pengalaman berkendara yang nyaman lewat ketahanan dan usia pakai ban yang optimal.
“Untuk penggunaan di highway terrain, tersedia Dynapro HPX dan Dynapro HT yang mengutamakan kenyamanan dan stabilitas terutama di daerah perkotaan dan jalan tol," katanya.
"Dynapro AT2 Extreme untuk penggunaan all-terrain, yaitu kombinasi antara jalan aspal dan medan yang lebih beragam, sedangkan untuk karakteristik jalan berbatu dan cenderung tak rata, pemilik SUV dapat menggunakan Dynapro XT. Adapun untuk kebutuhan off-road yang lebih ekstrem, Dynapro MT & Dynapro MT2 hadir dengan daya cengkeram yang optimal di medan mud-terrain," ujarnya.










