VPD mulai hadir di Tiggo 7 dan Tiggo 8 pada 2026 untuk Timur Tengah dan Asia Tenggara

VPD mulai hadir di Tiggo 7 dan Tiggo 8 pada 2026 untuk Timur Tengah dan Asia Tenggara

Otomotif | sindonews | Rabu, 29 April 2026 - 07:35
share

Chery tidak hanya sedang menjual mobil. Mereka sedang menjual teknologi. Itu terlihat di Beijing Auto Show 2026.

Lewat teknologi Valet Parking Driver (VPD), Chery menunjukkan arah baru ekspansinya: masuk ke pasar global bukan hanya lewat harga dan produk, tetapi lewat fitur cerdas yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari.

Strateginya jelas. Dari manufaktur, naik kelas menjadi perusahaan teknologi otomotif. Masalah yang dipilih Chery sederhana: parkir. Tapi justru itu yang dekat dengan pengguna.

Survei global 2025 menunjukkan 93 persen pengemudi pernah kesulitan parkir. Bahkan 8 persen mengaku cemas setiap bepergian karena urusan parkir. Chery membaca ini sebagai peluang.

Bukan isu kecil. Tapi pintu masuk teknologi. VPD dibangun dengan arsitektur yang serius. Ada end-to-end large model, neural network, multi-modal dual-redundancy prediction, dan BEV fusion perception.Ditopang kamera, sensor, serta positioning presisi tinggi. Bahasanya rumit. Tapi fungsinya sederhana: mobil bisa berpikir saat parkir. Bahkan saat situasi berubah. Ada pejalan kaki. Slot mendadak terisi. Ada kendaraan melintas di jalur sempit. Sistem akan menyesuaikan keputusan secara real time.

Chery menyebutnya Dynamic Decision-Making. Ada dua fitur utama. Pertama One-Tap Departure. Pengguna cukup menekan aplikasi. Mobil keluar sendiri dari slot parkir dan datang ke titik penjemputan. Relevan untuk keluarga. Terutama saat membawa anak, orang tua, atau banyak barang.

Kedua One-Step Homecoming. Pengemudi cukup turun di lobi rumah atau apartemen. Mobil mencari slot sendiri dan parkir otomatis. Ini terlihat sederhana.

Tapi justru mengubah pengalaman berkendara. Dari sekadar mengemudi menjadi layanan mobilitas.

Aaron Zheng, Executive Deputy General Manager Chery International Marketing Center, bahkan menguji langsung sistem ini di area parkir sempit. Satu kali manuver. Parkir selesai. Demonstrasi itu penting. Karena menegaskan ini bukan konsep. Tapi sudah siap jalan.Tapi inti cerita ini bukan hanya parkir otomatis. Yang lebih penting adalah strategi global Chery.

Mereka mulai membawa teknologi domestik China ke pasar internasional. Dimulai dari fitur yang paling mudah diterima konsumen. Bukan teknologi rumit yang jauh dari pengguna. Tapi solusi sehari-hari.

Ini cerdik. VPD dijadwalkan hadir di Tiggo 7 dan Tiggo 8 mulai 2026. Target awal: Timur Tengah dan Asia Tenggara. Termasuk Indonesia berpotensi masuk radar.

Itu menarik. Karena Asia Tenggara sedang jadi wilayah penting pertumbuhan Chery. Strategi ini sejalan dengan pertumbuhan mereka. Pada 2025, penjualan Chery mencapai 2,8 juta unit. Hampir 30 persen berasal dari NEV. Mereka sudah hadir di 130 negara. Memiliki 14.000 karyawan di luar negeri.

Ekspansi itu bukan lagi ekspor biasa. Sudah pembangunan ekosistem. Di Beijing, Chairman Chery Yin Tongyue menegaskan fokus mereka bukan mengejar volume semata. “Inovasi lebih penting dari laba jangka pendek,” katanya.Buktinya investasi riset tahun ini mencapai 30 miliar yuan, setara sekitar Rp70,5 triliun.

Dana itu masuk ke baterai solid-state, AI, chip pintar, sampai energi hijau. VPD hanya salah satu buahnya. Secara pasar, langkah ini logis. Ketika perang harga mobil makin keras, diferensiasi pindah ke software.

Ke pengalaman pengguna. Ke fitur. Dan di titik itu Chery sedang bermain. Bukan hanya sebagai pabrikan. Tapi penyedia teknologi. Untuk Indonesia, sinyalnya menarik. Karena pasar kita makin sensitif pada fitur keselamatan dan kemudahan.

Kalau dulu ADAS dianggap mewah, sekarang mulai jadi tuntutan. Besok mungkin parkir otonom ikut jadi standar.

Dan Chery tampaknya ingin datang lebih awal. VPD terlihat seperti fitur kecil. Padahal ini simbol. Bahwa strategi global Chery kini tidak lagi hanya mengandalkan produk murah. Tapi teknologi yang ingin mereka ekspor bersama mereknya. Dari China. Ke dunia.

Topik Menarik