Pernah Dorong Padel Masuk Porprov NTB, Senator Mirah Kini Bidik UMKM Dongkrak Ekonomi Daerah

Pernah Dorong Padel Masuk Porprov NTB, Senator Mirah Kini Bidik UMKM Dongkrak Ekonomi Daerah

Olahraga | sindonews | Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:54
share

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan pada Selasa pagi (20/10/2026) bahwa sistem pertahanan udaranya telah mencegat dan menghancurkan satu drone MQ-9 milik Amerika Serikat di atas Selat Hormuz. Kabar itu dilaporkan kantor berita Tasnim.

IRGC menyatakan pesawat tersebut merupakan drone MQ-9 AS ke-54 yang berhasil mereka jatuhkan.

Menurut pernyataan tersebut, satu sistem pertahanan udara canggih yang dioperasikan Angkatan Kedirgantaraan IRGC telah melacak dan menghancurkan drone itu di bawah kendali jaringan pertahanan udara terintegrasi Iran.

Pengumuman ini muncul di tengah peringatan dari para pejabat Iran mengenai kemampuan militer tambahan dan potensi target baru, di tengah konfrontasi yang terus berlanjut dengan Washington.

Peringatan Terkait Infrastruktur Bawah Laut

Juru bicara IRGC, Hossein Mohebbi, pada hari Senin memperingatkan Iran akan mengungkap target dan senjata baru, dengan secara khusus menyoroti infrastruktur internet yang berada di bawah Selat Hormuz."Tujuh kabel internet utama membentang di bawah Selat Hormuz," ujar Mohebbi dalam acara di Museum Pertahanan Suci di Teheran, sebagaimana dilaporkan lembaga penyiaran negara Iran, IRIB, yang dikutip Anadolu.

"Kami hanya ingin mereka tahu bahwa target-target baru akan diungkap. Senjata-senjata baru akan diungkap," tambahnya.

Sebelumnya bulan ini, Mohsen Rezaei—yang diidentifikasi Anadolu sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran—memperingatkan Teheran dapat menargetkan kabel internet bawah laut, pusat data, dan fasilitas kecerdasan buatan yang terkait dengan AS jika perang lain pecah.

"Kami belum memasukkan aset-aset ini ke dalam daftar target kami," kata Rezaei kepada Press TV.

Peringatan-peringatan ini muncul di tengah perselisihan yang belum terselesaikan mengenai keamanan maritim. AS dan Iran sempat menandatangani nota kesepahaman pada bulan Juni terkait kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz, namun implementasinya mengalami kebuntuan.

Iran secara efektif menutup jalur perairan tersebut menyusul perang AS-Israel yang dimulai pada 28 Februari, sementara Washington kemudian memberlakukan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Baca juga: Dubes AS Akui Amerika Bukan Lagi Penguasa Dunia, Tak Tahu Apakah Perang Iran Kesalahan atau Bukan

Topik Menarik