Hasil Denmark Open 2026: Dramatis! Fajar/Fikri Tembus Final usai Taklukkan Liang/Wang

Hasil Denmark Open 2026: Dramatis! Fajar/Fikri Tembus Final usai Taklukkan Liang/Wang

Olahraga | inews | Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:02
share

JAKARTA, iNews.id - Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti mengaku tidak terkejut dengan pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang menduga ada operasi politik untuk menurunkan reputasi keluarganya di balik polemik ijazah Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka. Ray mengatakan pernyataan Jokowi tersebut bukan hal baru. 

Menurutnya, hingga kini belum ada kejelasan mengenai sosok yang disebut Jokowi sebagai aktor maupun pihak yang menunggangi isu tersebut.

"Kenapa saya enggak terkejut dan tidak heran? Karena ini sudah biasa dilakukan oleh Pak Jokowi. Dan sampai sejauh ini kita belum pernah mendapatkan kejelasan siapa aktor dan siapa penunggang gelap yang dimaksud oleh Pak Jokowi sejak 3 tahun yang lalu sudah sering diungkapkan Pak Jokowi kondisi seperti ini," kata Ray saat dihubungi iNews.id, Sabtu (17/10/2026).

Selain itu, Ray menilai pernyataan tersebut menunjukkan kepanikan di lingkungan Jokowi menyusul perkembangan isu ijazah Gibran, khususnya dorongan penggunaan hak angket untuk membentuk panitia khusus (pansus).

"Ini saya kira menunjukan bahwa ada kepanikan di lingkungan Pak Jokowi terkait dengan perkembangan ijazah ini, khususnya dorongan supaya dilakukan hak angket yang hari demi hari makin membesar, dan seperti biasa kala Pak Jokowi kehabisan argumen, nah beliau akan sampaikan pernyataan seperti ini," ucap Ray.

Ray juga menyebut pernyataan tersebut sebagai pola yang telah terlihat sejak Jokowi berkuasa. Dia menyinggung pelaporan ke kepolisian yang, menurutnya, pernah menjadi salah satu respons dalam menghadapi persoalan serupa.

"Kalau dulu, biasanya ada pelaporan-pelaporan ke kepolisian. Itu sebuah pola yang terlihat sejak Pak Jokowi berkuasa," ucapnya.

Sebelumnya, Jokowi buka suara mengenai polemik ijazah yang kembali menjadi sorotan publik. Dia mengaku santai menghadapi persoalan tersebut, tetapi menyinggung dugaan adanya operasi politik yang bertujuan menurunkan reputasi dirinya dan Gibran.

Jokowi juga menduga isu ijazah tersebut berpotensi mengalihkan perhatian publik dari persoalan lain. Namun, dugaan mengenai adanya operasi politik itu merupakan pandangan Jokowi yang belum dibuktikan dalam informasi yang disampaikan.

Topik Menarik