Italia Terpuruk di Peringkat 9 UEFA, Peluang Serie A Dapat 5 Tiket Liga Champions Menipis
MILAN, iNews.id - Italia terpuruk di peringkat kesembilan koefisien UEFA musim ini. Akibatnya, peluang Serie A mendapatkan jatah tambahan untuk Liga Champions 2027-2028 semakin menipis.
Posisi tersebut membuat sepak bola Italia tertinggal dari sejumlah negara pesaing dalam perburuan dua tiket ekstra ke kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa.
Berdasarkan pembaruan peringkat UEFA pada Jumat, Italia baru mengumpulkan koefisien 5,214. Hasil itu menempatkan mereka di bawah Yunani yang berada di posisi kedelapan dengan 5,400 poin, serta Turki di urutan keenam dengan 5,900 poin.
Inggris untuk sementara memimpin klasemen dengan 6,611 poin. Portugal menempati posisi kedua dengan 6,300 poin, disusul Norwegia dengan 6,200 poin. Jerman berada di peringkat keempat dengan 6,142 poin, sedangkan Spanyol menempati urutan kelima dengan 6,125 poin.
Amri Syahnawi dan Fadia Jadi Kapten Indonesia di Asian Games 2026, Ada Fakta Menarik di Balik Voting
Peringkat tersebut menjadi penting karena dua negara dengan koefisien terbaik pada akhir musim kompetisi Eropa berhak mendapatkan tambahan satu tempat di Liga Champions untuk musim berikutnya. Italia harus memperbaiki hasil klub-klubnya di kompetisi Eropa jika ingin kembali bersaing memperebutkan keuntungan tersebut.
Cara Kerja Perebutan Tiket Tambahan Liga Champions
Italia, Inggris, Spanyol, dan Jerman termasuk negara yang liga domestiknya mendapatkan jatah dasar empat tempat di Liga Champions. Namun, dua negara dengan performa terbaik dalam kompetisi antarklub UEFA pada musim sebelumnya bisa memperoleh satu tiket tambahan, sehingga berpotensi mengirim lima wakil.
Jatah tambahan itu dikenal sebagai European Performance Spot. Pada musim 2025-2026 dan 2026-2027, penghargaan tersebut diberikan kepada Inggris dan Spanyol. Sementara itu, Italia dan Jerman mendapat tambahan tempat pada musim 2024-2025, edisi pertama Liga Champions setelah jumlah pesertanya diperluas menjadi 36 tim.
Penentuan penerima tiket tambahan menggunakan koefisien asosiasi UEFA berdasarkan performa klub-klub dari setiap negara di Liga Champions, Liga Europa, dan Liga Konferensi. Hasil pertandingan serta pencapaian klub sepanjang kompetisi berkontribusi terhadap perolehan poin negara masing-masing.
Setiap kemenangan bernilai dua poin, hasil imbang menghasilkan satu poin, sedangkan kekalahan tidak memberikan poin. Untuk pertandingan kualifikasi dan babak play-off, nilai tersebut dibagi dua.
Selain poin dari hasil pertandingan, klub juga bisa memperoleh poin bonus berdasarkan posisi akhir di fase liga. Tambahan poin juga diberikan sesuai dengan babak yang berhasil mereka capai setelah fase tersebut.
Total poin seluruh klub dari satu negara kemudian dijumlahkan dan dibagi dengan jumlah klub negara itu yang mengikuti kompetisi UEFA pada musim bersangkutan. Hasil pembagian tersebut menjadi nilai koefisien yang digunakan untuk menentukan posisi setiap negara.
Ranking Koefisien UEFA Terbaru
Pembaruan peringkat setelah rangkaian pertandingan Eropa pada pekan ini memperlihatkan persaingan ketat di antara sejumlah negara. Italia masih berada di luar delapan besar, sementara Inggris memimpin klasemen sementara.
Berikut daftar koefisien asosiasi UEFA terbaru berdasarkan data yang tersedia dalam laporan:
1. Inggris — 6,611 poin
2. Portugal — 6,300 poin
3. Norwegia — 6,200 poin
4. Jerman — 6,142 poin
5. Spanyol — 6,125 poin
6. Turki — 5,900 poin
7. Azerbaijan — 5,625 poin
8. Yunani — 5,400 poin
9. Italia — 5,214 poin
Posisi kesembilan membuat Italia menghadapi pekerjaan berat untuk mengejar negara-negara yang berada di atasnya. Klub-klub Serie A perlu mengumpulkan hasil positif di kompetisi Eropa agar koefisien Italia meningkat dan peluang merebut tiket tambahan tetap terbuka.
Meski demikian, peringkat tersebut masih dapat berubah seiring berlangsungnya pertandingan Liga Champions, Liga Europa, dan Liga Konferensi. Hasil klub-klub Italia pada pertandingan berikutnya akan berpengaruh terhadap peluang negara itu bersaing memperebutkan jatah ekstra untuk musim 2027-2028.









