Berapa Cc Motor Moto3, Moto2, dan MotoGP? Ini Penjelasannya

Berapa Cc Motor Moto3, Moto2, dan MotoGP? Ini Penjelasannya

Olahraga | okezone | Jum'at, 16 Oktober 2026 - 03:08
share

BERAPA cc motor Moto3, Moto2, dan MotoGP? Bagi penggemar balap motor, MotoGP bukan lagi nama yang asing. Ajang ini digelar dalam beberapa seri sepanjang satu musim dan menempati kelas tertinggi di Kejuaraan Dunia Grand Prix, sekaligus menjadi puncak teknologi dan prestise balap motor prototipe.

Selain MotoGP, terdapat pula kategori Moto2 dan Moto3 yang dilombakan dalam satu rangkaian akhir pekan Grand Prix. Lantas, apa saja perbedaan di antara ketiganya?

Setiap kategori balapan memiliki karakteristik masing-masing. Ketentuan resmi terkait spesifikasi motor, kapasitas mesin, sistem elektronik, hingga durasi balapan ditetapkan oleh Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM) bersama Dorna Sports selaku promotor kejuaraan. Lalu, berapa perbedaan cc-nya?

1. MotoGP

MotoGP menghadirkan persaingan para pembalap di atas motor prototipe berteknologi tinggi. Kejuaraan ini telah bergulir sejak 1949 dan mengalami perubahan besar pada 2002, ketika mesin empat tak 1.000 cc mulai menggantikan mesin dua tak 500 cc.

Pembalap yang mengoleksi poin terbanyak di akhir musim berhak menyandang gelar juara dunia pada tahun tersebut. Dari sisi spesifikasi, motor yang digunakan merupakan prototipe murni bermesin empat silinder berkapasitas 1.000 cc.

Kecepatan maksimum di kelas ini mampu menembus 366,1 km per jam, dengan batas kapasitas bahan bakar 22 liter dan jatah tujuh mesin dalam satu musim. Motor MotoGP juga dilengkapi berbagai teknologi canggih, mulai dari winglet aerodinamika, ride-height device, holeshot device, seamless gearbox, hingga rem karbon.

2. Moto2

Moto2 merupakan kelas menengah balap Grand Prix yang diperkenalkan pada 2010 untuk menggantikan kelas 250 cc. Kelas ini dirancang lebih hemat biaya, antara lain dengan membatasi elektronik dan melarang rem karbon-keramik.

Honda menjadi pemasok mesin tunggal sejak musim perdana lewat mesin CBR600RR 600 cc, hingga digantikan Triumph pada 2019 dengan mesin tiga silinder 765 cc. Spesifikasi terbaru ini mencatatkan kecepatan maksimum 301,8 km per jam.

Karena seluruh peserta memakai mesin yang sama, kemampuan pembalap dan pengembangan sasis menjadi penentu persaingan, sementara biaya rendah menarik banyak merek untuk ikut serta. Toni Elías tercatat sebagai juara dunia pertama Moto2 pada 2010, dan dalam satu dekade pertama hanya Johann Zarco yang berhasil mempertahankan gelar, menandakan ketatnya persaingan di kelas ini.

3. Moto3

Moto3 diperkenalkan pada 2012 sebagai pengganti kelas 125 cc dan menandai berakhirnya era mesin dua tak di Grand Prix. Berbeda dengan Moto2, kelas ini tidak memiliki pemasok mesin tunggal.

Mesinnya berjenis empat tak satu silinder berkapasitas maksimal 250 cc dengan bore 81 mm, putaran dibatasi 14.000 rpm, dan harga klaim maksimal 12.000 euro demi menekan biaya. Kecepatan maksimumnya tercatat 245 km per jam.

Sebagai jenjang pembinaan, kelas ini diisi pembalap belia. Mulai musim 2023, usia minimum di Moto3 dan Moto2 dinaikkan dari 16 menjadi 18 tahun, dan jumlah peserta Moto3 dibatasi 30 pembalap plus dua wild card. Honda dan grup KTM menjadi pabrikan utama di kelas ini.

 

4. Kecepatan MotoGP, Moto2, dan Moto3

Sepintas, motor yang berlaga di MotoGP, Moto2, dan Moto3 tampak tak jauh berbeda. Padahal, ketiganya memiliki spesifikasi tersendiri, baik dari segi kapasitas mesin, jumlah silinder, tenaga, maupun kecepatan maksimum.

Di kelas utama MotoGP, motor ditenagai mesin empat silinder berkapasitas 1.000 cc dengan tenaga sekitar 250 hp. Kecepatannya mampu melampaui 360 km per jam. Capaian ini ditopang beragam teknologi balap yang menempatkan motor MotoGP pada posisi tertinggi dari sisi spesifikasi dibanding dua kelas lainnya.

Sementara itu, Moto2 mengandalkan mesin tiga silinder 765 cc pasokan Triumph dengan tenaga sekitar 138 hp dan kecepatan maksimum di atas 300 km per jam. Adapun Moto3 memakai mesin satu silinder 250 cc bertenaga sekitar 60 hp, dengan kecepatan puncak mencapai 245 km per jam.

5. Setiap Kelas Punya Tantangan Berbeda

Perbedaan spesifikasi motor memengaruhi cara pembalap bersaing di lintasan. Di Moto3, persaingan umumnya sangat rapat karena motornya ringan dan performanya berdekatan. Pembalap juga perlu memanfaatkan slipstream untuk mengurangi hambatan angin saat menyalip.

Di Moto2, tenaga dan bobot motor yang lebih besar membuat kemampuan mengerem dan menikung kian menentukan, ditambah strategi menyalip, menjaga kondisi ban, serta mengatur ritme balapan. Adapun di MotoGP, pembalap harus mengendalikan tenaga besar, mengerem pada kecepatan tinggi, dan memanfaatkan beragam teknologi pada motor.

Dengan demikian, perbedaan ketiga kelas tidak hanya soal kapasitas mesin atau kecepatan. Moto3 mengandalkan persaingan rapat, Moto2 menuntut pengendalian dan strategi lebih matang, sedangkan MotoGP menghadirkan performa dan teknologi tertinggi.

Topik Menarik