Erling Haaland Siap Angkat Kaki dari Man City, Arsenal dan Real Madrid Pantau Situasi

Erling Haaland Siap Angkat Kaki dari Man City, Arsenal dan Real Madrid Pantau Situasi

Olahraga | inews | Selasa, 29 September 2026 - 15:29
share

MANCHESTER, iNews.id - Erling Haaland dilaporkan tidak berniat bertahan di Manchester City jika klub tersebut sampai terdegradasi dari Premier League akibat kasus 115 dakwaan yang diajukan kompetisi tersebut.

Manchester City saat ini masih menunggu keputusan terkait hukuman setelah pada Jumat (25/9/2026) dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan yang diajukan Premier League.

Hukuman yang berpotensi dijatuhkan dapat berupa denda besar, pengurangan poin hingga pengusiran dari Premier League. Man City sendiri telah mengajukan banding atas putusan tersebut.

Situasi itu membuat masa depan sejumlah pemain utama Man City ikut menjadi sorotan. Salah satu nama terbesar yang dikaitkan dengan kemungkinan hengkang adalah Haaland, meski penyerang asal Norwegia tersebut masih terikat kontrak dengan klub hingga 2034.

Menurut laporan Football Insider, Arsenal dan Real Madrid disebut sudah melakukan kontak dengan perwakilan Haaland. Pemain berusia 26 tahun itu juga dilaporkan tidak memiliki keinginan untuk bertahan di Etihad Stadium demi membantu Man City membangun kembali tim jika mereka harus bermain di kasta kedua sepak bola Inggris. Barcelona juga disebut tertarik kepada Haaland.

Haaland Dikabarkan Tak Mau Main di Championship

Football Insider melaporkan Haaland kemungkinan besar tidak akan bertahan jika Man City benar-benar terdegradasi. Meski begitu, situasi kontraknya disebut tidak memberikan jalan keluar otomatis bagi Haaland.

Haaland dan para pemain Man City lainnya dilaporkan tidak memiliki klausul degradasi dalam kontrak mereka saat ini. Kondisi tersebut memberikan perlindungan tertentu bagi Man City dari kemungkinan eksodus besar-besaran pemain jika hukuman degradasi benar-benar dijatuhkan.

Pete O’Rourke dari Football Insider melaporkan, “Ada perasaan di Stadion Etihad jika pemain berusia 26 tahun itu bertahan dan bermain di Championship adalah sesuatu yang ‘tidak masuk akal’, tetapi klub tidak akan menerima kesepakatan dengan harga murah.”

Dia juga melaporkan, “Sumber mengatakan sejumlah klub terkemuka Eropa ‘siap menerkam’ kesepakatan untuk pemain asal Norwegia itu jika Man City terdegradasi.”

Haaland saat ini menjadi salah satu pemain dengan bayaran tertinggi di Man City. Dia dilaporkan menerima sekitar 500.000 pounds per pekan atau sekitar Rp11,897 miliar per pekan. Sejak bergabung dari Borussia Dortmund pada 2022, Haaland telah mencetak 169 gol dalam 205 penampilan bersama Man City.

Man City Tetap Melawan

Kasus yang menjadi sumber persoalan ini bermula pada Februari 2023, ketika Man City didakwa melakukan pelanggaran finansial yang berkaitan dengan periode sembilan tahun antara 2009 hingga 2018. Dalam periode tersebut, Man City berhasil meraih tiga gelar Premier League.

Kasus tersebut kemudian diperiksa oleh komisi independen sejak September 2024 hingga Desember 2024. Setelah putusan negatif tersebut, petinggi Man City tetap mempertahankan sikap klub dan menyatakan mereka memiliki “kumpulan bukti yang komprehensif dan tidak terbantahkan yang mendukung posisi klub”.

CEO Man City Ferran Soriano juga menegaskan klub masih akan melanjutkan perjuangan hukum melawan Premier League. Pada Senin (28/9), Soriano menyampaikan sikap tersebut di hadapan ratusan eksekutif klub dalam pertemuan European Football Clubs (EFC) di Kopenhagen, Denmark.

“Dibutuhkan delapan tahun untuk mencapai titik ini dan masih akan membutuhkan lebih banyak waktu,” kata Soriano.

Sikap serupa sebelumnya disampaikan Chairman Man City Khaldoon Al Mubarak pada 26 September. Dia menegaskan proses hukum dengan Premier League masih panjang sekaligus kembali menyatakan keyakinan klub terhadap posisinya.

“Setelah pemberitaan media pada Jumat, banyak dari Anda mungkin menghabiskan malam dengan menjawab pertanyaan dan menanggapi pesan dari teman, keluarga, dan kolega,” demikian bagian dari pernyataan Al Mubarak.

“Begitu juga saya. Inilah yang saya katakan kepada keluarga saya: Proses Premier League masih panjang, dan keyakinan serta tekad kami untuk membuktikan klub tidak bersalah sama kuatnya seperti ketika semua ini dimulai.”

“Ada begitu banyak hal yang ingin saya bagikan kepada Anda untuk membantu Anda memahami mengapa kami begitu yakin dengan posisi kami. Namun, kerahasiaan ketat dalam proses hukum dan tekad kami untuk menghormatinya membuat saya tidak dapat melakukan hal tersebut saat ini. Bahkan surat ini telah melalui beberapa pemeriksaan hukum untuk memastikan isinya sesuai.”

“Saya meminta Anda untuk membaca dengan saksama pernyataan di bawah ini, yang kami berikan pada Jumat, dan pernyataan yang kami keluarkan pada Februari 2023 (juga di bawah). Setiap kata memiliki arti dan tetap berlaku.”

“Meski beberapa orang dengan cepat mengambil kesimpulan mereka sendiri, dan begitu banyak kebisingan yang beredar di sekitar kami, tidak ada yang berubah. Kami telah menghadapi tantangan bersama sebelumnya dan berhasil melewatinya. Masih ada banyak pihak yang ingin merusak momentum klub kami. Kami tidak akan memberi mereka kesempatan itu.”

Dengan proses hukum yang masih berjalan dan Man City telah mengajukan banding, masa depan klub belum sepenuhnya ditentukan. Namun, laporan mengenai sikap Haaland membuat potensi degradasi menjadi isu besar bagi Man City, terutama karena penyerang tersebut masih menjadi salah satu aset terpenting klub hingga 2034.

Topik Menarik