Inter Milan Menang 5-3, Chivu Akui Nerazzurri Punya Masalah Besar di Balik Pesta Gol
MILAN, iNews.id – Inter Milan berhasil mengalahkan Udinese 5-3 dalam laga penuh drama pada giornata keempat Liga Italia 2026-2027. Namun, pelatih Inter Milan Cristian Chivu mengakui timnya masih memiliki masalah besar setelah terlalu sering kebobolan meski tampil tajam di lini serang.
Kemenangan atas Udinese menjadi pertandingan kedua beruntun Inter Milan yang berlangsung penuh kejutan. Untuk kedua kalinya secara beruntun di Serie A, Nerazzurri harus tertinggal dua gol lebih dulu saat bermain di kandang.
Sebelumnya, Inter Milan tertinggal 0-2 dari Napoli sebelum akhirnya melakukan comeback dan menang 3-2. Situasi serupa kembali terjadi ketika menghadapi Udinese, tetapi kali ini dengan skor yang lebih besar.
Inter Milan mampu membalikkan keadaan dan mencetak lima gol dalam pertandingan yang menghasilkan delapan pencetak gol berbeda tersebut. Hasil itu menunjukkan kekuatan lini serang Nerazzurri, tetapi juga memperlihatkan celah dalam pertahanan mereka.
Chivu menilai pertandingan seperti melawan Udinese merupakan konsekuensi dari gaya bermain modern yang diterapkan Inter Milan. Dia menyukai karakter menyerang timnya, meski sadar ada risiko besar yang harus diterima.
"Ini adalah kualitas kami dan apa yang kami tahu bisa kami lakukan. Kami bisa mencetak banyak gol dan menjaga level permainan tetap tinggi. Selain 25 menit pertama ketika kami mencoba melakukan beberapa hal tanpa energi yang tepat, Udinese bermain bagus dan memanfaatkan sikap kami," ujar Chivu, dikutip dari Football Italia.
Chivu Soroti Pertahanan Inter Milan
Pelatih asal Rumania itu mengakui Inter harus melakukan evaluasi setelah kembali kebobolan banyak gol. Dia menilai energi pemain terkuras setelah pertandingan Liga Champions melawan Real Madrid.
"Kami tetap berada dalam pertandingan, tidak ingin kalah, dan saya senang dengan respons tersebut. Saya juga perlu menganalisis apa yang tidak berjalan baik dan apa yang mungkin gagal saya sampaikan kepada tim. Saya cukup memperkirakan ini karena Liga Champions benar-benar menguras energi," kata Chivu.
Inter saat ini menjadi salah satu tim paling produktif di Serie A. Mereka sudah mencetak 14 gol dalam empat pertandingan dan menjadi tim dengan jumlah gol terbanyak di Liga Italia musim ini.
Namun, catatan pertahanan menjadi perhatian. Inter Milan sudah kebobolan delapan gol dalam empat pertandingan, jumlah yang cukup tinggi bagi klub yang berstatus juara Italia.
"Jika saya mengatakan tidak khawatir, berarti saya bukan seorang pelatih. Ini adalah sepak bola modern, intensitasnya sangat tinggi. Lawan kami berani menghadapi kami dan saya menyukai cara bermain seperti ini, meski artinya kami mengambil risiko," ujar Chivu.
Dia menilai keseimbangan menjadi pekerjaan utama Inter. Menurut dia, timnya belum sempurna dan masih memiliki banyak ruang untuk berkembang.
"Saya menyukai gol 2-2 karena dimulai dari perebutan bola dengan cepat. Kami tidak sempurna, kami tahu masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan ada area yang harus kami tingkatkan," tutur dia.
Chivu juga menyoroti kedalaman skuad Inter Milan. Kemenangan atas Udinese diraih tanpa Lautaro Martinez yang diistirahatkan, sementara Hakan Calhanoglu dan Djed Spence harus absen karena cedera.
Arsenal Tawar Gelandang Muda Brighton, tapi Ada Masalah Besar di Balik Transfer Rp1,03 Triliun
Dia melihat rotasi pemain menjadi faktor penting untuk menjaga performa sepanjang musim. Beberapa pemain seperti Henrikh Mkhitaryan, Ange-Yoan Bonny, dan Stankovic mendapatkan kesempatan tampil dalam pertandingan tersebut.
"Kami ingin menambah elemen baru dan meningkatkan opsi rotasi agar semua pemain penting bisa tetap terlibat. Saya melihat Mkhitaryan bermain sejak awal, Bonny mencetak gol dan senang, sementara Stankovic juga mendapat menit bermain," ujar Chivu.
Meski puas dengan kekuatan skuadnya, Chivu mengakui ada tantangan dalam menentukan susunan pemain terbaik karena banyaknya pilihan berkualitas.
Inter Milan selanjutnya akan menghadapi AS Roma dalam duel besar Serie A. Pertandingan di Stadion Olimpico tersebut menjadi pertemuan dua tim yang sama-sama memiliki rekor sempurna setelah empat pertandingan.
"Bagi saya sebagai pemain dan pelatih, saya belum pernah melihat tim sepak bola yang sempurna. Kami harus terus melakukan yang terbaik dan mempertahankan identitas kami," kata Chivu.
Dia menegaskan Inter Milan harus menemukan keseimbangan antara mempertahankan karakter menyerang dan memperbaiki kelemahan di lini belakang. Menurut dia, proses adaptasi masih berjalan karena beberapa pemain belum menjalani pramusim secara penuh.
Duel melawan Roma menjadi ujian penting bagi Inter Milan sebelum jeda internasional. Chivu berharap timnya mampu mempertahankan performa sekaligus memperbaiki masalah yang masih terlihat sejak awal musim.









