'Dongeng' Como Berlanjut: 7 Tahun Lalu di Serie D, Kini Menang di Debut Liga Champions

'Dongeng' Como Berlanjut: 7 Tahun Lalu di Serie D, Kini Menang di Debut Liga Champions

Olahraga | sindonews | Jum'at, 11 September 2026 - 08:39
share

Tujuh tahun lalu, Como 1907 masih bermain di Serie D, kasta keempat sepak bola Italia. Kini, klub yang bermarkas di Stadion Giuseppe Sinigaglia itu sudah berdiri di panggung tertinggi sepak bola Eropa.

Dongeng Como belum berhenti. Dalam laga debutnya di Liga Champions 2026/2027, Como langsung menciptakan kejutan dengan menghancurkan RB Leipzig 4-1, Jumat (11/9/2026) dini hari WIB.

Baca Juga: Hasil Liga Champions: Debut Bersejarah, Como Kandaskan Leipzig 4-1

Kemenangan tersebut sekaligus menandai penampilan pertama dalam sejarah Como di kompetisi Eropa. Setelah perjalanan panjang dari sepak bola kasta bawah Italia, Como langsung mengawali petualangan kontinentalnya dengan tiga poin dan selisih tiga gol.

Martin Baturina membuka pesta Como pada menit ke-15. Gol tersebut menjadi catatan bersejarah karena merupakan gol pertama Como di kompetisi elite Eropa. Gelandang asal Kroasia itu kemudian berperan dalam terciptanya gol kedua yang dicetak Anastasios Douvikas pada menit ke-38.Como tidak mengendur setelah turun minum. Assane Diao memperbesar keunggulan menjadi 3-0 pada menit ke-54. Leipzig sempat memperkecil ketertinggalan melalui Andrija Maksimovic empat menit kemudian, tetapi tuan rumah kembali menguasai pertandingan.

Maximo Perrone memastikan kemenangan besar Como melalui gol pada menit ke-90. Skor 4-1 bertahan hingga pertandingan berakhir.

Dari Serie D ke Liga Champions

Perjalanan Como menuju titik ini terbilang luar biasa. Klub tersebut pernah terpuruk hingga Serie D sebelum perlahan bangkit dan menapaki kembali piramida sepak bola Italia.

Kebangkitan Como semakin terlihat setelah klub berada di bawah kepemilikan keluarga Hartono sejak 2019. Investasi dan pembangunan klub kemudian membawa Como kembali ke level teratas.

Pada 2024, Como berhasil promosi ke Serie A. Hanya dua tahun berselang, mereka sudah mendapatkan kesempatan tampil di Liga Champions.

Perjalanan itu membuat laga melawan Leipzig menjadi lebih dari sekadar pertandingan pertama di kompetisi Eropa. Como akhirnya mencatat sejarah setelah penantian panjang selama 119 tahun sejak klub berdiri pada 1907.Dan ketika kesempatan itu datang, Como tidak sekadar hadir sebagai pelengkap. Mereka langsung mengalahkan salah satu klub Jerman dengan skor telak 4-1.

Cesc Fabregas Bawa Como ke Level Baru

Perkembangan Como juga tidak terlepas dari sosok Cesc Fàbregas. Mantan gelandang Arsenal, Barcelona, dan Chelsea itu kini menjadi pelatih yang memimpin Como di panggung Liga Champions.

Di bawah Fàbregas, Como tampil agresif ketika menghadapi Leipzig. Empat gol yang dicetak Baturina, Douvikas, Diao, dan Perrone memperlihatkan efektivitas permainan tuan rumah.

Format Liga Champions musim ini membuat perjalanan Como masih panjang. Sebanyak 36 klub mengikuti fase liga dan masing-masing menjalani delapan pertandingan menghadapi lawan yang berbeda.

Como kini mengawali perjalanan tersebut dengan tiga poin. Kemenangan 4-1 atas Leipzig juga membuat mereka langsung bersaing di papan atas klasemen sementara.

Manchester United turut mengawali fase liga dengan kemenangan 4-0 atas Sabah FC. Kedua tim sama-sama mengoleksi tiga poin setelah pertandingan pertama.

Namun bagi Como, kemenangan atas Leipzig punya arti yang jauh lebih besar. Tujuh tahun setelah masih berjuang di Serie D, klub tersebut kini telah memainkan pertandingan Liga Champions pertamanya. Dan mereka langsung menang.

Topik Menarik