MLSC Jakarta Raya Hadirkan Juara Baru, Muhammadiyah Sapen Pertahankan Gelar di Yogyakarta

MLSC Jakarta Raya Hadirkan Juara Baru, Muhammadiyah Sapen Pertahankan Gelar di Yogyakarta

Olahraga | sindonews | Minggu, 20 September 2026 - 19:35
share

MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Jakarta Raya dan Yogyakarta Seri 1 2026-2027 tuntas digelar pada Minggu (20/9). SDN Gedong 03 dan SDN Cipayung 02 menjadi juara di Jakarta Raya, sedangkan SD Tarakanita Bumijo I dan SD Muhammadiyah Sapen meraih gelar juara di Yogyakarta.

MLSC Jakarta Raya diikuti 1.928 atlet dari 111 SD dan MI. Sebanyak 53 tim bertanding di KU 10 dan 123 tim di KU 12 di Lapangan Brigif 1 dan Kingkong Soccer Arena, Jakarta Timur. Sementara di Yogyakarta, 1.294 atlet dari 76 SD dan MI ambil bagian dengan 40 tim KU 10 dan 83 tim KU 12 yang bertanding di Lapangan Sidomoyo dan Stadion Tridadi, Sleman.

Di Jakarta, SDN Gedong 03 tampil sebagai juara KU 10 setelah mengalahkan UPTD SDN Mampang 1 dengan skor 3-0. Keenar mencetak dua gol pada menit ke-10 dan 15, sebelum Neha Rayadinata menambah satu gol pada babak kedua.

Gelar juara KU 12 diraih SDN Cipayung 02 setelah mengalahkan SDN Kebayoran Lama Selatan 19 melalui adu penalti. Cipayung sempat unggul lewat Keisha Rizky Ramadani pada menit ketiga, tetapi Kebayoran Lama Selatan 19 berbalik unggul 2-1 melalui Maura Jihan Athifa dan Alesha Kaysha Salsabila. Cipayung kemudian menyamakan kedudukan melalui Gildas Syauqillah pada menit ke-19.

Pertandingan berlanjut ke adu penalti. Empat penendang SDN Cipayung 02 sukses menjalankan tugasnya, sedangkan SDN Kebayoran Lama Selatan 19 hanya mencetak dua gol. Cipayung pun menang 4-2 dan memastikan gelar juara.

“Di babak pertama kami agak ragu karena lawannya banyak yang jago. Tapi pelatih meminta kami tetap semangat sampai akhir pertandingan dan akhirnya kami bisa menjadi juara karena kerjasama tim yang terus dilatih selama sekitar dua minggu persiapan,” kata Gildas Syauqillah, yang juga menjadi pencetak gol terbanyak MLSC Jakarta Raya Seri 1 2026-2027.

Official Tim SDN Cipayung 02, Khavidah, mengatakan keberhasilan menjadi juara sesuai dengan target yang ditetapkan sejak awal. Ia juga mengapresiasi mental para pemain yang mampu bangkit setelah tertinggal dan menghadapi tekanan hingga adu penalti.

“Tim pelatih menginstruksikan jangan menyerah. Kami percaya para penendang penalti yang sudah kami latih sejak awal, mentalnya terbangun dengan sangat baik. Alhamdulillah kami bisa menang dan memenuhi target juara. Saya sangat senang dan bersyukur atas pencapaian tim di turnamen kali ini. Kami selalu ikut MLSC di Jakarta tapi biasanya hanya bisa sampai delapan besar. Tahun ini Alhamdulillah bisa sampai final bahkan jadi juara satu,” ucapnya.Di Yogyakarta, SD Tarakanita Bumijo I menjadi juara KU 10 setelah menang 3-1 atas SD Muhammadiyah Sapen. Alisya Natalia Bandari memborong tiga gol Tarakanita pada menit ke-5, 24, dan 29. Satu gol Muhammadiyah Sapen dicetak Gendhis Annara Putri Bazuni pada menit ke-13.

SD Muhammadiyah Sapen kemudian menebus kegagalan di KU 10 dengan menjadi juara KU 12. Mereka mengalahkan SDN Kalasan 1 dengan skor 1-0 melalui gol Ralin Adiba Fitria Sanjaya pada menit ke-17.

Program Manager MilkLife Soccer Challenge, Welly Arisanto, menilai penyelenggaraan MLSC di Jakarta dan Yogyakarta kembali menunjukkan tingginya minat terhadap sepak bola putri usia dini. Menurutnya, kemunculan tim-tim baru sebagai juara serta dukungan orang tua menunjukkan perkembangan ekosistem sepak bola putri semakin positif.

“Yang menarik dan menurut saya luar biasa adalah dukungan orang tua ke peserta yang bertanding sangat antusias. Di setiap seri, di setiap kota pelaksanaan MLSC itu orang tua selalu berperan aktif dan itu penting sekali buat mental para pemain. Selain itu, secara kualitas permainan juga selalu ada perkembangan dari seri-seri sebelumnya sehingga terlihat ekosistem sepak bola putri di Indonesia semakin terbentuk, kompetisinya juga semakin bagus karena muncul sekolah-sekolah baru sebagai pemenang,” ujarnya.

Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F. Tiago, juga melihat peningkatan kualitas permainan peserta, terutama dalam teknik dasar, kepercayaan diri, passing, kontrol bola, dan pemahaman bermain sebagai tim.“Melihat pertandingan yang sudah berjalan di MLSC seri 1 tahun ini, nampak ada sejumlah perkembangan dari kemampuan para peserta. Teknik dasar mereka semakin baik, lebih percaya diri saat menggiring bola, passing-nya semakin terarah, kontrolnya juga semakin bagus. Dan yang penting, mereka mulai mengerti cara bermain sebagai sebuah tim,” ujarnya.

Menurut Jacksen, perkembangan tersebut tidak terlepas dari pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan melalui kompetisi usia dini. Ia menilai turnamen berjenjang memberikan pengalaman bertanding sekaligus membangun kebiasaan bermain sepak bola secara serius sejak usia muda.

“Menurut saya, Bakti Olahraga Djarum Foundation telah berhasil membuat sepak bola putri benar-benar menggeliat dan kita sekarang mulai bisa melihat hasil dari proses itu. Kalau kompetisi seperti ini terus berjalan, saya yakin kualitasnya akan terus naik karena turnamen yang kita bangun bukan hanya pertandingan, tetapi kebiasaan dan karakter para atlet untuk bermain sepak bola secara serius sejak dini. Itu yang nantinya menjadi pondasi untuk perkembangan sepak bola putri Indonesia,” tuturnya melanjutkan.

MLSC Seri 1 2026-2027 digelar di 15 kota dengan format tujuh lawan tujuh tanpa aturan offside. Pertandingan berlangsung 2 x 10 menit sejak penyisihan hingga perempat final dan 2 x 15 menit pada semifinal serta final. Untuk KU 10, ukuran lapangan kini disamakan dengan KU 12, yakni 42 x 26 meter.

Selain KU 10 dan KU 12, MLSC juga menghadirkan Festival SenengSoccer untuk KU 8. Di Jakarta Raya, kegiatan ini diikuti 76 siswi dari 21 SD/MI, sedangkan di Yogyakarta diikuti 65 peserta dari 19 SD/MI.Daftar Juara MLSC Jakarta Raya Seri 1 2026-2027

KU 10

- Juara: SDN Gedong 03- Runner-up: UPTD SDN Mampang 1- Semifinalis: SDN Gedong 10 Pagi dan SDN Klender 04- Top Scorer: Keenar Inara Alfiyah (SDN Gedong 03), 28 gol- Best Player: Valencia Ashalyna Prayoga (SDN Gedong 10 Pagi)- Best Goalkeeper: Arsyila Wahyu Qiana (SDN Gedong 03)- Fairplay Team: SDN Lenteng Agung 09

KU 12

- Juara: SDN Cipayung 02- Runner-up: SDN Kebayoran Lama Selatan 19- Semifinalis: SDN Kebayoran Lama Utara 13 Pagi dan SDN Pondok Kacang Timur 04- Top Scorer: Gildas Syauqillah (SDN Cipayung 02), 14 gol- Best Player: Maura Jihan Athifa (SDN Kebayoran Lama Selatan 19)- Best Goalkeeper: Khanza Aqila Salsabila (SDN Kebayoran Lama Utara 13)- Fairplay Team: SDN Cipinang Muara 19Daftar Juara MLSC Yogyakarta Seri 1 2026-2027

KU 10

- Juara: SD Tarakanita Bumijo I- Runner-up: SD Muhammadiyah Sapen- Semifinalis: SDIT Luqman Al Hakim dan SDN Ungaran 1- Top Scorer: Alisya Natalia Bandari (SD Tarakanita Bumijo I), 36 gol- Best Player: Gendhis Annara Putri Bazuni (SD Muhammadiyah Sapen)- Best Goalkeeper: Puput Widiana (SDN Ungaran 1)- Fairplay Team: SD Idea Baru

KU 12

- Juara: SD Muhammadiyah Sapen- Runner-up: SDN Kalasan 1- Semifinalis: SDN Ungaran 1 dan SDN Perumnas Condongcatur- Top Scorer: Fuanthiffa Husnia Dea Pramita (SDN Glagah), Khayla Labiba Nasjmi (SDN Baturetno), dan Putri Selena Humaira Suryawan (SD Muhammadiyah Sapen), masing-masing 12 gol- Best Player: Afita Nur Inderasari (SDN Kalasan 1)- Best Goalkeeper: Earlyta Arsyfara Fatiyaturrahma (SDN Kalasan 1)- Fairplay Team: SDN Giwangan

Topik Menarik