Indonesia Menggila di Pontianak International Challenge 2026, Tiga Wakil Sabet Juara
PONTIANAK, iNews.id – Indonesia tampil dominan di Pontianak International Challenge 2026 dengan merebut tiga gelar juara sekaligus pada partai final yang berlangsung di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (30/8/2026).
Tiga gelar tersebut datang dari sektor ganda putra, ganda campuran, dan tunggal putra. Hasil ini menjadi catatan penting bagi para wakil Indonesia setelah mampu menuntaskan laga final dengan kemenangan.
Di sektor ganda putra, wakil Indonesia sukses menciptakan duel sesama pemain Tanah Air. Wahyu A Prasetyo/Pulung Ramadhan keluar sebagai juara setelah menundukkan Yeremia EYY Rambitan/Patra H Rindorindo.
Wahyu/Pulung harus melewati pertandingan ketat pada gim pertama sebelum mengamankan kemenangan 22-20. Pada gim kedua, mereka tampil lebih solid dan menutup laga dengan skor 21-15.
Gelar lainnya dipersembahkan Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu dari sektor ganda campuran. Mereka harus bekerja ekstra keras sebelum memastikan kemenangan atas pasangan Taiwan, Sheng-Ming Lin/Liang Ching Sun.
Dejan/Apriyani sempat kehilangan gim pertama dengan skor 19-21. Namun, mereka bangkit pada gim kedua melalui pertarungan sengit yang berakhir 27-25, sebelum memastikan kemenangan pada gim ketiga dengan skor 21-19.
Dejan Ferdinansyah mengaku sangat senang setelah berhasil membawa pulang gelar juara dari Pontianak. Menurut dia, keberhasilan tersebut bisa menjadi modal penting bersama Apriyani Rahayu untuk membangun kepercayaan dan keyakinan dalam perjalanan mereka di ganda campuran.
"Alhamdulillah, sangat senang dan bersyukur bisa ambil gelar juara di sini. Karena ini bisa jadi modal untuk kami memulai, untuk modal untuk bisa membangun kepercayaan, membangun keyakinan satu sama lain," kata Dejan dalam keterangannya.
Dejan menilai gelar tersebut tetap memiliki arti penting bagi perjalanan mereka, terlepas dari level turnamen yang diikuti. Dia berharap kemenangan di Pontianak menjadi pijakan awal menuju level persaingan yang lebih tinggi.
"Gelar juara yang penting karena bukan tentang levelnya tapi tentang prosesnya. Kami sedang berproses ke level yang lebih tinggi, semoga ini menjadi pijakan pertamanya," tambahnya.
Apriyani Rahayu juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut membantu perjuangannya bersama Dejan. Dia menyebut dukungan tim pelatih dan rekan-rekan ganda campuran menjadi bagian penting dalam proses adaptasinya setelah pindah ke sektor tersebut.
"Terima kasih untuk Dejan dan tim pelatih kami, juga teman-teman ganda campuran yang sudah membantu kami dan saya khususnya yang baru pindah ke ganda campuran. Sekiranya ini menjadi modal kami semua di sektor ganda campuran untuk bangkit lagi, untuk berjuang ekstra keras ke depan," ujarnya.
Dukungan penonton di Pontianak turut mendapat perhatian Apriyani. Dia merasakan langsung atmosfer pertandingan final yang dinilainya mampu memberikan tambahan energi bagi perjuangan mereka di lapangan.
"Terima kasih untuk warga Pontianak yang sudah hadir, gemuruh dan atmosfernya luar biasa tadi. Dukungan itu menambah energi kami untuk terus berjuang," tambahnya.
Sementara itu, gelar ketiga Indonesia dipersembahkan Richie D Richardo dari sektor tunggal putra. Richie berhasil mengalahkan wakil India, Ginpaul Sonna, dalam pertandingan dua gim langsung.
Gol Hakan Calhanoglu Antar Inter Menang atas Cagliari, Nerazzurri Raih Kemenangan Kedua Beruntun
Richie harus melalui duel ketat sejak gim pertama sebelum menang 24-22. Dia kemudian mampu mempertahankan momentum pada gim kedua dan menyelesaikan pertandingan dengan skor 21-19.
Dengan demikian, Indonesia menutup Pontianak International Challenge 2026 dengan tiga gelar juara. Tiga kemenangan tersebut masing-masing berasal dari sektor ganda putra, ganda campuran, dan tunggal putra.
Tiga Gelar dari Tiga Sektor
Keberhasilan Wahyu/Pulung, Dejan/Apriyani, dan Richie menjadi rangkaian hasil maksimal Indonesia pada partai puncak Pontianak International Challenge 2026. Ketiganya mampu melewati lawan masing-masing dan memastikan gelar juara di hadapan publik Pontianak.
Khusus Dejan/Apriyani, gelar ini memiliki arti tersendiri dalam proses mereka membangun kombinasi di sektor ganda campuran. Dejan menyebut gelar tersebut sebagai modal untuk meningkatkan kepercayaan dan keyakinan satu sama lain, sementara Apriyani menekankan pentingnya dukungan tim serta perjuangan lebih keras ke depan.










