Islam Makhachev Tak Terkalahkan di UFC, Satu Petarung Disebut Bisa Jadi Mimpi Buruknya
Islam Makhachev memang masih menjadi salah satu petarung paling dominan di UFC. Namun, perpindahannya ke kelas welterweight ternyata menghadirkan tantangan baru. Komentator UFC Joe Rogan bahkan menyebut ada satu nama yang bisa menjadi mimpi buruk bagi juara asal Rusia tersebut.
Makhachev baru saja mempertahankan sabuk juara kelas welterweight dalam pertarungan utama UFC 330. Ia mengalahkan Ian Machado Garry melalui keputusan mutlak juri sekaligus memperpanjang rekor kemenangannya menjadi 17 pertandingan beruntun di Octagon, sebuah rekor baru dalam sejarah UFC.
Meski menang cukup meyakinkan, performa Makhachev tidak sepenuhnya dominan seperti ketika masih bertarung di kelas lightweight. Ukuran tubuh lawan yang lebih besar membuat kemampuan grappling Makhachev tidak lagi terlihat semudah ketika menghadapi para petarung di kelas 155 pound.
Rogan menilai pertarungan melawan Machado Garry menjadi salah satu ujian terberat Makhachev sejak naik ke kelas 170 pound.
“Dia melakukan apa yang harus dilakukan. Dia benar-benar diuji dengan cara yang belum pernah kita lihat sebelumnya,” ujar Rogan.Menurut Rogan, perbedaan ukuran menjadi faktor penting bagi Makhachev di kelas welterweight. Jika Machado Garry saja mampu membuat sang juara kesulitan, Rogan menilai ada petarung lain yang jauh lebih berbahaya.
Nama yang dimaksud adalah Michael Morales.
Petarung asal Ekuador itu saat ini menempati peringkat ketiga kelas welterweight UFC. Morales juga belum pernah kalah sepanjang karier profesionalnya dengan catatan 19 kemenangan dari 19 pertarungan.
Yang membuatnya semakin menakutkan adalah kemampuan menyelesaikan pertarungan. Morales meraih kemenangan dalam tiga laga UFC terakhirnya melalui knockout. Neil Magny, Gilbert Burns, dan Sean Brady menjadi korban terbaru kekuatan pukulannya.
Rogan bahkan memberikan peringatan keras kepada Makhachev agar tidak menganggap remeh Morales.“Dari 10 kemenangan Garry di Octagon, hanya tiga yang berakhir melalui stoppage. Morales membunuh semua orang yang disentuhnya. Ian Garry tidak punya kekuatan nuklir. Morales punya kekuatan nuklir!” kata Rogan.
Ucapan tersebut menggambarkan betapa besar ancaman yang dilihat Rogan dari Morales. Jika kemampuan grappling Makhachev menjadi senjata utama ketika menghadapi lawan yang lebih kecil, Morales memiliki ukuran tubuh, kekuatan pukulan, dan kemampuan knockout yang bisa membuat pertarungan berlangsung berbeda.
Menariknya, nama Morales juga sempat disebut Makhachev dalam konferensi pers setelah UFC 330. Namun, sang juara tampaknya belum tertarik menjadikannya sebagai lawan berikutnya. Makhachev bahkan mengaku tidak yakin kapan terakhir kali Morales bertarung.
Makhachev juga mengisyaratkan bahwa ia sudah memiliki rencana mengenai lawan berikutnya untuk mempertahankan gelar kelas welterweight. Artinya, pertarungan melawan Morales kemungkinan belum akan terjadi dalam waktu dekat.
Di sisi lain, Makhachev menyadari bahwa kariernya di UFC tidak akan berlangsung selamanya. Usianya kini telah menginjak 34 tahun dan ia mengaku mulai memikirkan keterbatasan waktu dalam karier profesionalnya.
“Saya memahami bahwa saya tidak berusia 28 tahun. Saya sekarang 34 tahun dan tidak punya banyak waktu,” ujar Makhachev.
Dengan status sebagai juara kelas welterweight dan rekor 17 kemenangan beruntun, Makhachev masih berada di puncak. Namun, jika prediksi Joe Rogan terbukti benar, Michael Morales bisa menjadi salah satu ancaman terbesar yang harus dihadapi sang juara sebelum meninggalkan Octagon.









