Kejutan! Bagas Maulana Tinggalkan Ganda Putra, Dipasangkan dengan Indah Cahya
JAKARTA, iNews.id – Bagas Maulana mulai menjalani transisi besar dari sektor ganda putra menuju ganda campuran setelah PBSI memasangkannya dengan Indah Cahya Sari Jamil di Polytron Pontianak International Challenge 2026.
Keputusan tersebut berawal dari keinginan Bagas untuk mengalihkan fokus kariernya. PBSI kemudian berdiskusi dengan tim pelatih sebelum memberikan kesempatan kepada pemain tersebut menjajal sektor baru.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian menegaskan proses perpindahan Bagas tidak dilakukan secara instan. Tim pelatih akan memantau perkembangan permainannya secara bertahap sebelum menentukan langkah berikutnya.
“Bagas Maulana telah menyampaikan keinginannya untuk beralih fokus dari sektor ganda putra ke ganda campuran. Setelah melalui diskusi bersama tim pelatih, kami memberikan kesempatan kepada Bagas untuk menjalani proses transisi tersebut sebagai bagian dari pengembangan kariernya,” kata Eng Hian.
“Tentunya proses ini akan dilakukan secara bertahap dan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan performanya di lapangan,” ujarnya.
Bagas Maulana Dipasangkan dengan Indah Cahya
Sebagai langkah awal, PBSI memilih Indah Cahya Sari Jamil untuk mendampingi Bagas. Pasangan baru tersebut akan diuji dalam pertandingan resmi di Polytron Pontianak International Challenge 2026.
Turnamen level International Challenge itu dijadwalkan berlangsung pada 25-30 Agustus 2026. Ajang tersebut menjadi panggung pertama bagi tim pelatih untuk melihat potensi Bagas dan Indah sebagai pasangan.
Indah bukan sosok baru di sektor ganda campuran. Sebelumnya, dia berpasangan dengan Adnan Maulana dan masih tampil bersama pemain tersebut pada Indonesia Open 2026.
“Sebagai langkah awal, pada Polytron Pontianak International Challenge 2026 kami memutuskan memasangkan Bagas dengan Indah Cahya Sari Jamil,” tutur Eng Hian.
“Kombinasi ini merupakan bagian dari upaya penyegaran pasangan sekaligus untuk mencoba opsi baru di sektor ganda campuran. Melalui turnamen ini, kami ingin melihat potensi, chemistry, serta kecocokan karakter permainan keduanya dalam pertandingan resmi,” lanjutnya.
PBSI Belum Jamin Pasangan Permanen
PBSI belum menetapkan Bagas dan Indah sebagai pasangan permanen. Hasil dalam beberapa turnamen awal akan menjadi bahan pertimbangan tim pelatih untuk menentukan kelanjutan proyek tersebut.
Proses transisi juga menuntut Bagas melakukan penyesuaian besar. Permainan ganda campuran memiliki pembagian peran, pola rotasi, dan karakter serangan berbeda dibandingkan ganda putra.
Indah juga harus membangun komunikasi serta pemahaman baru bersama Bagas. Kecocokan permainan keduanya akan terlihat saat menghadapi tekanan dalam pertandingan resmi.
“Kami tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan. Turnamen-turnamen awal ini akan menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih untuk menentukan arah pembinaan dan kemungkinan pengembangan pasangan ini ke depan,” kata Eng Hian.
Eksperimen tersebut membuka babak baru dalam perjalanan karier Bagas. Penampilannya bersama Indah di Pontianak akan menjadi ujian pertama untuk melihat apakah keberanian pindah sektor dapat berkembang menjadi kekuatan baru bagi ganda campuran Indonesia.









