Bagas/Indah Jadi Duet Kejutan di Pontianak International Challenge 2026, PBSI Ungkap Alasannya
PERSATUAN Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) resmi mengumumkan perombakan dan kemunculan sejumlah kombinasi anyar yang siap melakoni debut perdana mereka di ajang Pontianak International Challenge 2026. Salah satu pasangan kejutan adalah duet ganda campuran Bagas Maulana dan Indah Cahya Sari Jamil.
Bagas yang selama ini mendalami sektor ganda putra akan beralih ke sektor baru yakni ganda campuran. Sementara Indah merupakan pemain spesialis ganda campuran yang sebelumnya berpasangan dengan Adnan Maulana.
1. Penyebab Dipasangkan
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Eng Hian, mengungkapkan alasan menduetkan Bagas/Indah. Termasuk untuk mengalihkan Bagas dari sektor ganda putra ke ganda campuran.
"Bagas Maulana telah menyampaikan keinginannya untuk beralih fokus dari sektor ganda putra ke ganda campuran," ungkap Eng Hian dalam keterangan pers PBSI, Selasa (4/8/2026).
Hasil Sprint Race F1 GP Inggris 2026: Kimi Antonelli Bungkam Lewis Hamilton di Silverstone
"Setelah melalui diskusi bersama tim pelatih, kami memberikan kesempatan kepada Bagas untuk menjalani proses transisi tersebut sebagai bagian dari pengembangan kariernya," Tentunya proses ini akan dilakukan secara bertahap dan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan performanya di lapangan," tambahnya.
2. Harapan Tim Pelatih
Ajang Pontianak International Challenge 2026 pada 25-30 Agustus mendatang akan menjadi debut sekaligus ujian bagi duet Bagas/Indah. Nantinya, mereka akan tetap menjalani evaluasi untuk menentukan nasib duet anyar tersebut.
"Sebagai langkah awal, pada Pontianak International Challenge 2026 kami memutuskan memasangkan Bagas dengan Indah Cahya Sari Jamil. Kombinasi ini merupakan bagian dari upaya penyegaran pasangan sekaligus untuk mencoba opsi baru di sektor ganda campuran," sambung Eng Hian.
"Melalui turnamen ini, kami ingin melihat potensi, chemistry, serta kecocokan karakter permainan keduanya dalam pertandingan resmi," lanjutnya.
"Kami tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan. Turnamen-turnamen awal ini akan menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih untuk menentukan arah pembinaan dan kemungkinan pengembangan pasangan ini ke depan," tutup Eng Hian.










