Di Tengah Piala Dunia 2026, Kapten Timnas Cape Verde Diselidiki Polisi atas Dugaan Pemerkosaan

Di Tengah Piala Dunia 2026, Kapten Timnas Cape Verde Diselidiki Polisi atas Dugaan Pemerkosaan

Olahraga | sindonews | Minggu, 28 Juni 2026 - 06:43
share

Kapten Timnas Cape Verde, Ryan Mendes, tengah menjadi sorotan di tengah kiprah impresif negaranya di Piala Dunia 2026. Kepolisian Selandia Baru mengonfirmasi bahwa pemain berusia 36 tahun itu sedang diselidiki terkait dugaan kasus pemerkosaan yang disebut terjadi pada Maret lalu.

Kasus tersebut mencuat ketika Cape Verde sukses mencetak sejarah dengan lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Negara kepulauan kecil di Afrika itu melaju setelah menahan imbang Spanyol, Uruguay, dan Arab Saudi pada fase grup. Mendes sendiri selalu mengenakan ban kapten dalam tiga pertandingan tersebut dan kini hanya terpaut satu laga dari penampilan ke-100 bersama tim nasional.

Menurut laporan media Brasil Globo Esporte, dugaan insiden terjadi saat Cape Verde menjalani agenda FIFA Series di Oseania pada Maret 2026. Saat itu mereka melakoni laga uji coba melawan Selandia Baru dan Chile.

Korban disebut merupakan seorang perempuan asal Brasil yang tinggal di Selandia Baru dan bekerja sebagai penerjemah bagi skuad Cape Verde atas penugasan Federasi Sepak Bola Selandia Baru.

Laporan tersebut menyebut dugaan peristiwa terjadi pada 27 Maret di hotel tempat tim menginap di Auckland. Dalam laporannya kepada polisi, perempuan itu menuduh Mendes masuk ke kamar hotelnya, kemudian mencekik, memukul, menggigit, dan memperkosanya ketika ia berusaha melawan.Hasil pemeriksaan medis yang dikutip Globo Esporte menemukan sejumlah memar pada leher, bibir, serta beberapa bagian tubuh lainnya. Pemeriksaan genital juga dilaporkan menemukan dua luka yang konsisten dengan dugaan kekerasan seksual.

Korban bersama suaminya disebut telah mengirimkan pemberitahuan resmi beserta bukti kepada Federasi Sepak Bola Cape Verde dan FIFA pada 10 Mei 2026. Namun, menurut laporan tersebut, hingga kini tidak ada tanggapan yang diterima.

Bahkan, Globo Esporte mengklaim memperoleh percakapan WhatsApp yang memperlihatkan seorang pejabat dari kubu Cape Verde menyebut kasus itu sebagai "masalah pribadi Ryan", sehingga federasi tidak akan ikut menanganinya.

Meski demikian, Kepolisian Selandia Baru memastikan penyelidikan telah berlangsung sejak April.

"Kasus ini sedang dalam penyelidikan oleh Kepolisian Selandia Baru," demikian konfirmasi otoritas setempat.Sementara itu, Federasi Sepak Bola Selandia Baru juga menyatakan perkara tersebut sepenuhnya berada dalam penanganan polisi.

"Kami memahami persoalan ini sedang ditangani Kepolisian Selandia Baru, sehingga merekalah pihak yang paling tepat memberikan komentar mengenai situasi tersebut," bunyi pernyataan singkat federasi.

Di sisi lain, FIFA memilih tidak memberikan komentar terkait penyelidikan yang melibatkan Mendes, yang saat ini bermain untuk klub divisi dua Turki, Igdir FK.

Hingga berita ini ditulis, Ryan Mendes belum memberikan pernyataan resmi mengenai tuduhan tersebut. Perlu ditekankan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan belum ada dakwaan maupun putusan pengadilan yang menetapkan dirinya bersalah.

Topik Menarik