Ghana Lolos ke 32 Besar, Skotlandia Tersingkir dan Steve Clarke Mundur
Harapan Skotlandia untuk melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 resmi pupus setelah Ghana memastikan satu tempat di fase gugur melalui jalur peringkat ketiga terbaik, Minggu (28/6/2026). Tak lama setelah kepastian itu, pelatih Steve Clarke memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih tim nasional.
Ghana mengamankan tiket ke fase gugur meski kalah 1-2 dari Kroasia pada laga terakhir Grup L. Hasil tersebut membuat Black Stars finis di posisi ketiga grup dengan koleksi empat poin dan selisih gol nol, angka yang sudah cukup untuk masuk ke delapan tim peringkat ketiga terbaik.
Baca Juga: Inggris Juara Grup L, Kroasia Susah Payah Kalahkan Ghana
Kelolosan Ghana sekaligus menutup peluang Skotlandia untuk bersaing memperebutkan tiket ke babak 32 besar. Tim berjuluk Tartan Army hanya mengoleksi tiga poin dari tiga pertandingan di Grup C dan mengakhiri fase grup dengan selisih gol minus tiga, sehingga dipastikan gagal melanjutkan perjalanan di turnamen.
Sementara itu, perebutan tiket tersisa dari jalur peringkat ketiga terbaik masih melibatkan Iran dan Korea Selatan. Keduanya masih menunggu hasil pertandingan Aljazair dan Republik Demokratik Kongo yang akan menentukan komposisi akhir delapan tim terbaik peringkat ketiga.Tak lama setelah Skotlandia dipastikan tersingkir, Federasi Sepak Bola Skotlandia (SFA) mengumumkan pengunduran diri Steve Clarke. Keputusan tersebut cukup mengejutkan karena pelatih berusia 62 tahun itu baru saja menandatangani kontrak baru berdurasi empat tahun sebelum Piala Dunia dan sebelumnya diproyeksikan memimpin Skotlandia hingga Euro 2028 dan kualifikasi Piala Dunia 2030.
Dalam surat terbuka kepada para suporter, Clarke menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diterimanya selama tujuh tahun menangani tim nasional.
"Suatu saat nanti saya akan melihat kembali tujuh tahun yang penuh dinamika ini. Hal yang paling membanggakan bagi saya adalah melihat hubungan antara tim nasional dan para pendukung kembali terjalin," tulis Clarke.
Ia juga memberikan penghormatan kepada para pemainnya.
"Bagian paling emosional dari perpisahan ini adalah meninggalkan para pemain. Tanpa mereka, semua kenangan sejak 2019 tidak akan pernah tercipta. Merupakan sebuah kehormatan menjadi pelatih mereka."Clarke meninggalkan jabatan sebagai salah satu pelatih paling sukses dalam sejarah modern Skotlandia. Ia berhasil mengakhiri penantian 22 tahun negaranya untuk tampil di turnamen besar dengan membawa Skotlandia lolos ke Euro 2020, Euro 2024, dan Piala Dunia 2026.
Namun, kegagalan kembali melewati fase grup—setelah sebelumnya juga tersingkir di fase yang sama pada Euro 2020 dan Euro 2024—memicu kritik dari para pendukung. Dalam tiga turnamen besar terakhir, Skotlandia hanya mampu mencetak empat gol dan kebobolan 16 kali dalam sembilan pertandingan.
Chief Executive SFA, Ian Maxwell, tetap memberikan apresiasi atas kontribusi Clarke.
"Meskipun kami kecewa tersingkir di fase grup Piala Dunia, kami tidak boleh melupakan kemajuan besar yang dicapai selama tujuh tahun kepemimpinannya. Steve berhasil membawa Skotlandia kembali menjadi peserta tetap turnamen besar dan meninggalkan fondasi yang kuat bagi tim nasional," ujar Maxwell.
Berakhirnya era Steve Clarke menandai dimulainya pencarian pelatih baru yang akan mempersiapkan Skotlandia sebagai salah satu tuan rumah Euro 2028.









