10 Petarung Kelas Berat UFC Terhebat Sepanjang Masa, Francis Ngannou Nomor 1
Divisi heavyweight selalu menjadi magnet utama di UFC. Pertarungan para petarung berbobot besar identik dengan kekuatan brutal, knockout cepat, dan duel penuh gengsi untuk menentukan siapa “manusia paling berbahaya di planet ini”.
Media olahraga Givemesport baru-baru ini merilis daftar 10 petarung heavyweight terbaik sepanjang sejarah UFC. Penilaian dilakukan berdasarkan dominasi di divisi, kualitas lawan, rekor head-to-head, hingga warisan yang ditinggalkan dalam dunia MMA.
Menariknya, nama Francis Ngannou menempati posisi teratas, mengungguli legenda seperti Stipe Miocic, Cain Velasquez, hingga Jon Jones. Berikut daftar lengkapnya:
10 Petarung Heavyweight UFC Terbaik Sepanjang Masa
10. Randy Couture
Randy Couture dianggap sebagai pionir heavyweight modern UFC. Meski ukuran tubuhnya lebih kecil dibanding rival-rivalnya, Couture mampu mengandalkan kecepatan dan kemampuan gulat untuk menaklukkan lawan-lawan besar.Legenda berjuluk “The Natural” itu juga mencetak sejarah sebagai juara dunia dua divisi pertama di UFC.
9. Frank Mir
Frank Mir dikenal sebagai spesialis submission paling berbahaya di divisi heavyweight. Ia pernah mengalahkan Brock Lesnar hingga Antonio Rodrigo Nogueira.Kariernya sempat terganggu kecelakaan motor yang nyaris merenggut nyawanya, tetapi Mir berhasil bangkit dan tetap menjadi salah satu heavyweight paling dihormati.8. Tom Aspinall
Petarung Inggris ini menjadi wajah baru divisi heavyweight UFC. Hampir seluruh kemenangan Aspinall diraih lewat penyelesaian cepat, baik knockout maupun submission.Setelah Jon Jones pensiun pada 2025, Aspinall resmi naik status menjadi juara dunia heavyweight UFC.
7. Jon Jones
Meski hanya bertarung dua kali di heavyweight, Jon Jones langsung meninggalkan dampak besar. Ia merebut gelar juara dengan mengalahkan Ciryl Gane dan kemudian menghentikan Stipe Miocic.“Bones” lalu pensiun pada 2025 dan tetap dianggap sebagai salah satu petarung MMA terbaik sepanjang sejarah.
6. Fabricio Werdum
Jagoan Brasil ini terkenal sebagai grappler elite dengan kemampuan jiu-jitsu kelas dunia. Momen terbesar dalam kariernya datang saat menaklukkan Cain Velasquez lewat submission di UFC 188.Werdum juga berhasil mengembangkan striking yang membuatnya menjadi petarung komplet.
5. Brock Lesnar
Meski hanya memiliki delapan pertarungan di UFC, Brock Lesnar menjadi salah satu superstar terbesar dalam sejarah organisasi tersebut.Mantan bintang WWE itu merebut gelar juara heavyweight hanya dalam pertarungan MMA profesional keempatnya. Kombinasi kekuatan fisik dan popularitas membuat Lesnar menjadi ikon UFC era 2000-an.
4. Junior dos Santos
Junior dos Santos atau “JDS” dikenal sebagai salah satu petinju terbaik yang pernah tampil di heavyweight UFC.Petarung Brasil itu pernah merebut gelar juara dunia setelah menghancurkan Cain Velasquez hanya dalam 64 detik. Kombinasi pukulan cepat dan akurat membuatnya sangat ditakuti pada masa jayanya.
3. Cain Velasquez
Cain Velasquez dianggap sebagai heavyweight paling komplet di eranya. Ia punya kemampuan wrestling elite, cardio luar biasa, dan ground and pound mematikan.Sudah Berubah, Marc Marquez Ungkap Respons Pertamanya Usai Kecelakaan di MotoGP Spanyol 2026
Rivalitasnya melawan Junior dos Santos menjadi salah satu trilogi terbaik dalam sejarah UFC.Sayangnya, cedera berkepanjangan membuat karier Velasquez tidak berlangsung lama.
2. Stipe Miocic
Stipe Miocic disebut banyak pihak sebagai heavyweight UFC paling konsisten sepanjang masa. Mantan petugas pemadam kebakaran asal Amerika Serikat itu sukses mempertahankan gelar melawan nama-nama besar seperti Alistair Overeem, Francis Ngannou, dan Daniel Cormier.Miocic akhirnya pensiun setelah kalah dari Jon Jones di UFC 309.
1. Francis Ngannou
Francis Ngannou dinobatkan sebagai heavyweight UFC terbaik sepanjang sejarah versi GIVEMESPORT.Petarung asal Kamerun itu dikenal memiliki kekuatan pukulan luar biasa dan sederet kemenangan knockout brutal. Dalam salah satu periode kariernya, total waktu bertarung Ngannou hanya dua menit 43 detik dalam empat laga.
Puncak kariernya datang saat membalas kekalahan dari Stipe Miocic dan merebut gelar juara heavyweight UFC di UFC 260.
Menariknya, Ngannou belum pernah kalah KO ataupun submission sepanjang karier MMA-nya. Setelah hengkang dari UFC akibat konflik kontrak, ia tetap dianggap sebagai salah satu heavyweight terbaik dunia hingga sekarang.










