75 Gol dalam 24 Laga, Piala Dunia 2026 Penuh Drama
Piala Dunia 2026 sejauh ini menghadirkan tontonan yang menarik dan sarat drama. Dari 24 pertandingan yang telah berlangsung pada laga pertama fase grup, tercipta 75 gol dengan rata-rata 3,125 gol per laga. Angka tersebut menjadi yang tertinggi pada laga pembuka fase grup sejak Piala Dunia 1958.
Selain banjir gol, persaingan antartim juga berlangsung ketat. Sebanyak sembilan dari 24 pertandingan berakhir imbang, atau setara dengan 37,5 persen dari total laga. Persentase tersebut menjadi yang tertinggi pada tahap ini sejak Piala Dunia 2010.
Lionel Messi menjadi pemain tersubur sejauh ini dengan torehan tiga gol. Di belakangnya terdapat sejumlah pemain yang telah mencetak dua gol, yakni Folarin Balogun, Elijah Just, Yasin Ayari, Kai Havertz, Kylian Mbappe, Erling Haaland, dan Harry Kane.
Baca Juga:Meksiko vs Korea Selatan: Mampukah Taegeuk Warriors Akhiri Kutukan?
Messi juga menorehkan catatan bersejarah. Hat-trick yang dibukukannya membuat sang megabintang menyamai rekor Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan koleksi 16 gol.Sementara itu, dua gol Harry Kane ke gawang lawan membuat striker Inggris tersebut menyamai rekor Gary Lineker sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Inggris di Piala Dunia dengan 10 gol.
Arda Guler Paling Rajin Menembak
Gelandang muda Turki, Arda Guler, menjadi pemain dengan jumlah tembakan terbanyak pada laga pembuka. Pemain Real Madrid itu melepaskan delapan tembakan saat menghadapi Australia.Di bawahnya terdapat Harry Kane dengan tujuh tembakan, serta Lionel Messi, Son Heung-min, Dan Ndoye, dan Kenan Yildiz yang masing-masing mencatat enam percobaan.
Meski demikian, delapan tembakan Guler hanya menghasilkan expected goals (xG) sebesar 0,26, menunjukkan bahwa sebagian besar upayanya berasal dari posisi yang sulit. Di sisi lain, Son Heung-min menjadi salah satu pemain yang paling kurang beruntung.
Baca Juga: Swiss vs Bosnia 4-1: La Nati Puncaki Grup B Piala Dunia 2026
Penyerang Korea Selatan itu gagal mencetak gol meski menghasilkan total xG sebesar 1,0 dari enam peluang yang diperolehnya.
Kimmich Raja Assist, Pedri Paling Kreatif
Tujuh pemain tercatat menciptakan lima peluang pada laga pembuka, di antaranya Pedri, Breel Embolo, Joshua Kimmich, Ruben Vargas, Maxi Araújo, Yan Diomande, dan Ferdi Kadioglu. Namun, hanya Joshua Kimmich yang mampu mengonversi peluang tersebut menjadi dua assist dalam kemenangan telak Jerman 7-1 atas Curaçao.Sementara itu, Pedri dinilai sebagai pemain paling kreatif pada putaran pertama. Gelandang Spanyol itu membukukan expected assists (xA) sebesar 1,23 saat menghadapi Tanjung Verde. Ia juga enam kali merebut bola di sepertiga akhir lapangan, terbanyak di antara seluruh pemain di turnamen.Amad Diallo Jadi Raja Dribel
Winger Pantai Gading, Amad Diallo, tampil sebagai penggiring bola paling efektif di Piala Dunia 2026 sejauh ini. Meski hanya bermain selama 34 menit sebagai pemain pengganti, pemain Manchester United itu sukses menyelesaikan tujuh dribel dan mencatat tingkat keberhasilan terbaik di antara para pemain yang melakukan sedikitnya lima percobaan.Di belakangnya ada Lee Kang-in dan Julián Quiñones yang sama-sama mencatat enam dribel sukses. Sebaliknya, Vinícius Junior menjadi pemain dengan catatan kurang mengesankan dalam urusan dribel. Penyerang Brasil itu memang mencetak gol saat melawan Maroko, tetapi gagal melewati lawannya dalam sembilan percobaan dribel yang dilakukannya.
Penguasa Duel Udara
Dalam duel individu, Jiovany Ramos dari Panama dan Krépin Diatta dari Senegal menjadi pemain dengan tingkat keberhasilan terbaik pada situasi 50-50. Namun, sorotan khusus layak diberikan kepada penyerang Bosnia-Herzegovina, Jovo Lukic.Saat menghadapi Kanada, Lukic tampil sempurna dengan memenangi seluruh sembilan duel udara yang dijalaninya. Hingga putaran pertama berakhir, belum ada pemain lain yang mampu menyamai catatan sempurna tersebut.
Piala Dunia 2026 baru memasuki tahap awal, tetapi sejumlah pemain sudah menunjukkan performa luar biasa. Dengan fase grup yang masih panjang, berbagai rekor dan statistik menarik diprediksi akan terus bermunculan dalam perburuan menuju gelar juara dunia.









