Cristian Chivu Resmi Latih Inter hingga 2028, Arsitek Double Winner Dapat Ganjaran Istimewa
MILAN, iNews.id – Inter Milan resmi mengamankan masa depan Cristian Chivu dengan memperpanjang kontraknya hingga musim panas 2028, menyusul keberhasilan sensasional sang pelatih membawa Nerazzurri meraih double winner Serie A dan Coppa Italia.
Perpanjangan kontrak ini menjadi bentuk penghargaan atas musim debut Chivu yang luar biasa sebagai pelatih kepala. Di usia 45 tahun, dia langsung mencatat sejarah dengan mengantarkan Inter menjuarai Serie A dan Coppa Italia pada musim 2025-2026.
Chivu bukan sosok asing bagi publik San Siro. Dia menghabiskan tujuh tahun terakhir karier bermainnya bersama Inter, lalu melanjutkan pengabdian sebagai pelatih di berbagai level akademi, mulai dari U-14, U-17, U-18, hingga Primavera.
Sebelum kembali ke Inter, Chivu sempat menangani Parma pada paruh kedua musim 2024-2025. Dia kemudian dipanggil pulang ke Milan setelah kepergian Simone Inzaghi di akhir musim tersebut dan langsung memberi dampak instan.
Adu Kisaran Gaji Pembalap Alex Marquez dengan Marc Marquez di MotoGP 2026, bak Bumi dan Langit?
Musim pertamanya bersama Inter berakhir manis. Chivu memimpin tim dalam 58 pertandingan kompetitif dan sukses mempersembahkan Scudetto ke-21 serta Coppa Italia ke-10 dalam sejarah klub. Kontrak lamanya sejatinya baru berakhir pada 2027, namun manajemen memilih mempercepat perpanjangan.
Pernyataan Resmi Inter untuk Cristian Chivu
“FC Internazionale Milano dengan senang hati mengonfirmasi perpanjangan kontrak pelatih kepala Cristian Chivu. Berkat pembaruan kontrak ini, Pelatih Chivu akan tetap menangani Nerazzurri hingga 2028,” tulis klub dalam pernyataan resmi.
“Perjalanan Cristian Chivu sungguh unik. Kisah yang dibentuk oleh gairah dan pengorbanan, penuh momen bersejarah dan penentu. Kisah yang lekat dengan warna Nerazzurri, dengan klub selalu hadir di setiap tahap kehidupannya, termasuk saat Chivu ditunjuk sebagai pelatih Inter pada 9 Juni 2025.”
“Sejak saat itu, Cristian memimpin Inter dalam 58 pertandingan di musim yang intens dan menuntut, namun berakhir tak terlupakan. Dia meraih double bersejarah berupa Scudetto ke-21 Inter dan Coppa Italia ke-10 klub.”
Inter juga menyoroti sikap kepemimpinan Chivu yang rendah hati. Dia kerap memberi panggung kepada para pemainnya, termasuk saat seremoni Coppa Italia di Roma dan perayaan gelar Serie A di San Siro, ketika para pemain justru mendorongnya mengangkat trofi bersama kapten Lautaro Martinez.
Prestasi Chivu pun sarat rekor. Dia menjadi pelatih kelima dalam sejarah Inter yang menjuarai Serie A pada musim pertamanya, menyusul nama-nama besar seperti Arpad Weisz, Alfredo Foni, Giovanni Invernizzi, dan Jose Mourinho. Dia juga tercatat sebagai pelatih kedua yang menjuarai Serie A bersama tim utama dan Primavera, setelah sebelumnya meraih gelar bersama tim muda Inter pada 2022.
Dengan tambahan Coppa Italia, Chivu kini menjadi satu-satunya figur dalam sejarah Inter yang memenangkan Serie A dan Coppa Italia pada musim yang sama sebagai pemain dan pelatih. Catatan tersebut menegaskan posisinya sebagai salah satu ikon modern Nerazzurri.
Perpanjangan kontrak hingga 2028 menandai kepercayaan penuh Inter kepada Chivu sebagai pemimpin baru era klub. Dia kini dipersiapkan untuk membawa Nerazzurri bersaing di level tertinggi, mulai dari Serie A, Coppa Italia, Supercoppa Italia, hingga Liga Champions.









