Ceferin Bilang Piala Dunia 2026 Tak Menarik, 13 Negara Murka

Ceferin Bilang Piala Dunia 2026 Tak Menarik, 13 Negara Murka

Olahraga | sindonews | Senin, 15 Juni 2026 - 20:08
share

Sebanyak 13 negara peserta Piala Dunia 2026 melontarkan kritik keras terhadap Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, setelah ia menyebut perluasan jumlah peserta turnamen menjadi 48 tim berpotensi menghadirkan banyak pertandingan yang tidak menarik.

Melalui pernyataan bersama yang dirilis pada Minggu (14/6/2026), asosiasi sepak bola dari Tanjung Verde, Curaçao, Uzbekistan, Republik Demokratik Kongo, Haiti, Aljazair, Tunisia, Maroko, Mesir, Ghana, Senegal, Pantai Gading, dan Afrika Selatan menyatakan kekecewaan mendalam atas komentar tersebut.

Ceferin sebelumnya dilaporkan mengatakan dalam sebuah konferensi di Ljubljana, Slovenia, bahwa format baru Piala Dunia memiliki sisi positif dan negatif. Menurutnya, penambahan peserta memang memberi kesempatan bagi negara-negara kecil untuk tampil di panggung dunia, tetapi juga berpotensi menghadirkan pertandingan yang kurang menarik.

Baca Juga:

"Kami memiliki banyak pertandingan yang sama sekali tidak menarik. Di sisi lain, bahkan negara-negara kecil pun dapat berpartisipasi dan merasakan denyut nadi Piala Dunia, yang merupakan hal besar," ujar Ceferin, seperti dikutip media Slovenia.Pernyataan itu memicu reaksi keras dari sejumlah negara yang justru merasakan manfaat dari keputusan FIFA memperbesar jumlah peserta Piala Dunia dari 32 menjadi 48 tim. "Kami dengan hormat tetapi tegas menolak komentar-komentar ini. Bagi negara kami, tidak ada yang namanya pertandingan Piala Dunia yang tidak penting," demikian bunyi pernyataan bersama tersebut dikutip dari BBC, Senin (15/6/2026).

Mereka menegaskan bahwa bagi negara-negara seperti Tanjung Verde, Curaçao, dan Uzbekistan, lolos ke Piala Dunia merupakan pencapaian bersejarah sekaligus perwujudan mimpi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Sementara bagi Republik Demokratik Kongo dan Haiti, kesempatan kembali tampil di panggung sepak bola terbesar dunia setelah penantian panjang memiliki arti yang sangat besar bagi jutaan pendukung mereka.

Baca Juga:

Menurut 13 negara tersebut, pernyataan Ceferin mengabaikan perjuangan, pengorbanan, dan aspirasi para pemain, pelatih, serta para pendukung yang telah bekerja keras demi mewujudkan impian tampil di Piala Dunia. Mereka juga menegaskan bahwa di balik setiap tiket Piala Dunia terdapat proses panjang berupa kerja keras dan investasi selama bertahun-tahun.

Sepak bola, menurut mereka, bukan milik segelintir negara, melainkan milik seluruh dunia. "Setiap tim telah mendapatkan tempatnya berdasarkan prestasi. Setiap pendukung berhak untuk bermimpi. Setiap pertandingan memiliki makna bagi jutaan orang di seluruh dunia," lanjut pernyataan mereka.

Sebagai penutup, ke-13 negara tersebut menolak komentar Presiden UEFA dan menegaskan bahwa perkembangan sepak bola seharusnya terus membuka peluang, menginspirasi generasi baru, serta memperkuat karakter sepak bola sebagai olahraga yang benar-benar mendunia.

Topik Menarik