Bocor ke Publik! Capello Usir Ronaldo dari Real Madrid Gegara Alkohol
MADRID, iNews.id – Fabio Capello memaksa Ronaldo meninggalkan Real Madrid meski menyebut sang striker sebagai pemain terbaik yang pernah dia latih sepanjang kariernya.
Pengakuan itu disampaikan Fabio Capello saat menjadi pembicara di acara Milano Football Week. Dia membuka cerita soal keputusan keras terhadap Ronaldo, sosok yang dikenal dunia dengan julukan Il Fenomeno.
Capello menilai kualitas Ronaldo di lapangan tidak tertandingi. Namun, masalah besar muncul dari perilaku di luar lapangan yang sulit dia toleransi sebagai pelatih dengan disiplin tinggi.
“Tanpa ragu, Ronaldo adalah pemain terbaik yang pernah bekerja dengan saya. Dia tidak suka berkorban atau berlatih, tetapi kualitasnya tidak pernah saya lihat pada pemain lain, benar-benar unik,” ujar Capello dikutip dari Football Italia.
Meski begitu, kekaguman tersebut tidak membuat Capello menutup mata. Dia mengungkap kebiasaan Ronaldo yang gemar berpesta sering berdampak negatif pada suasana tim.
Kontrak 2027 Belum Pasti, Carmelo Ezpeleta Buka-bukaan soal Nasib Pabrikan dan Pembalap MotoGP
“Ronaldo sangat suka berpesta. Saya bisa mencium bau alkohol darinya di ruang ganti setelah malam-malam itu, dan dia sering menyeret beberapa rekan setimnya,” kata Capello.
Situasi tersebut membuat Capello mengambil langkah tegas. Dia memutuskan mengeluarkan Ronaldo dari skuad Real Madrid demi menjaga profesionalisme tim.
“Saya memaksanya pergi,” ucap Capello singkat, menggambarkan keputusan yang kemudian mengubah arah karier Ronaldo.
Keputusan itu secara tidak langsung membuka jalan transfer mengejutkan. Capello mengaku sempat berbicara dengan Silvio Berlusconi terkait masa depan Ronaldo.
“Saya berbicara dengan Berlusconi dan mengatakan kami akan mengirim Ronaldo ke Arab Saudi. Dia bertanya bagaimana perilaku pemain itu, lalu saya jawab dia suka bersenang-senang dan berpesta. Keesokan harinya, saya membaca di koran Ronaldo akan pergi ke Milan,” tutur Capello.
Transfer tersebut terjadi pada Januari 2007. Ronaldo kembali ke Stadion San Siro, kali ini membela AC Milan, setelah sebelumnya bersinar bersama Inter Milan.
Bersama Milan, Ronaldo mencatat sembilan gol dan lima assist dari 20 pertandingan kompetitif. Kontribusi itu menunjukkan kualitasnya masih tajam meski kerap diterpa isu disiplin.
Setelah petualangan singkat di Eropa, Ronaldo pulang ke Brasil dan bermain untuk Corinthians sebelum gantung sepatu pada Februari 2011.
Kisah ini memperlihatkan sisi lain karier Il Fenomeno, kombinasi talenta luar biasa dan kontroversi yang akhirnya memengaruhi perjalanan salah satu striker terbaik sepanjang sejarah sepak bola.










