Bukan Sekadar Suporter, John Herdman Bongkar Rumus Timnas Indonesia Ditakuti Asia
JAKARTA, iNews.id – John Herdman ingin Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi benteng Timnas Indonesia yang membuat setiap lawan Asia berpikir dua kali untuk datang ke Jakarta. Target besar itu menjadi bagian dari visi pelatih asal Inggris tersebut sejak resmi menangani Skuad Garuda pada awal 2026.
Sejak mulai bekerja, Herdman langsung menanamkan fondasi permainan yang sesuai karakter Timnas Indonesia. Dia sudah memimpin Rizky Ridho dan rekan-rekannya dalam dua laga internasional pada Maret 2026 sebagai langkah awal membentuk identitas tim.
Herdman mengaku terkesan dengan dukungan suporter Indonesia yang konsisten memenuhi stadion. Atmosfer di Stadion Utama Gelora Bung Karno dinilainya memiliki potensi besar menjadi kekuatan tambahan yang nyata di lapangan.
Menurut dia, kekuatan kandang harus dimaksimalkan. Bermain di Jakarta tidak boleh sekadar tampil, melainkan memberi tekanan mental kepada lawan sejak sebelum laga dimulai. Herdman menilai suasana tersebut bisa menjadi pembeda saat menghadapi tim-tim kuat Asia.
Sean Gelael Abaikan Lap Time di Mandalika, Fokus Setelan dan Simulasi Balap GT World Challenge Asia
“Kami juga merasa bisa menjadi yang terbaik dalam atmosfer pertandingan yang kami ciptakan di Jakarta. Agar tempat ini (SUGBK) menjadi benteng bagi Indonesia, bahwa kami tidak pernah kalah di sini, tidak ada yang ingin datang ke sini, kami ingin menciptakan kota yang menakutkan, negara yang menakutkan,” kata Herdman, dikutip dari kanal YouTube resmi Timnas Indonesia, Minggu (31/5/2026).
Meski begitu, Herdman menegaskan atmosfer saja tidak cukup. Dia menilai kualitas permainan di atas lapangan tetap menjadi faktor utama agar Timnas Indonesia benar-benar disegani lawan.
Pelatih berusia 50 tahun itu menuntut identitas bermain yang jelas, agresif, dan kompetitif. Dia ingin gaya bermain Skuad Garuda memberi tekanan nyata kepada tim-tim papan atas Asia setiap kali tampil di kandang.
“Dan itu bukan hanya atmosfer dan energi dari para pendukung yang membawanya, tetapi juga gaya bermain sepak bola yang kami tampilkan di sini, yang membuat tim-tim AFC (Asia) tidak ingin datang ke Indonesia,” ucap Herdman.
Ambisi Herdman tidak berhenti di level regional. Dia membidik Timnas Indonesia berkembang menjadi kekuatan yang konsisten bersaing di kawasan Asia, sekaligus dihormati dalam setiap kompetisi resmi AFC.
Dalam jangka panjang, Herdman juga menargetkan pembangunan sistem berkinerja tinggi untuk membuka jalan menuju Piala Dunia. Dia ingin semakin banyak pemain Indonesia tampil di liga elite Eropa maupun kompetisi kuat di luar lima liga top.
Menurut Herdman, kehadiran pemain level 1 dan level 2 akan memberi dampak langsung terhadap kualitas tim nasional. Dengan sistem yang kuat, dukungan suporter fanatik, dan pemain berlevel internasional, dia optimistis Timnas Indonesia mampu mewujudkan target besar yang sudah dipasang.










