Komentar Marco Bezzecchi usai Juara MotoGP Italia 2026: 2 Lap Terakhir Berat Banget!
FLORENCE, iNews.id – Marco Bezzecchi juara MotoGP Italia 2026 di Sirkuit Mugello setelah tampil dingin di tengah tekanan besar publik Italia dan duel sengit melawan Francesco Bagnaia. Rider Aprilia itu mencatat kemenangan kandang pertama sepanjang kariernya sekaligus mempersembahkan kemenangan perdana Aprilia di Italia.
Bezzecchi bangkit dari hasil mengecewakan di sprint race Sabtu dengan memanfaatkan posisi pole. Saat balapan utama dimulai, dia mengerem jauh lebih lambat di Tikungan 1 dan langsung terlibat duel ketat bersama rekan setim sekaligus rival gelar, Jorge Martin.
Rider Italia itu menegaskan fokusnya sejak awal balapan. “Di awal balapan dengan Jorge kami punya duel yang bagus. Saya ingin tetap di depan karena saya tahu ban depan saya akan lebih awet tanpa ada siapa pun di depan,” kata Bezzecchi dikutip dari Crash.
Keunggulan Bezzecchi sempat runtuh di lap ketiga ketika Francesco Bagnaia melesat di lintasan lurus dengan kecepatan Ducati. Namun Bezzecchi memilih tetap tenang menghadapi manuver agresif tersebut.
“Tapi lalu Pecco punya roket dan dia menyalip saya. Saya melihat dia sangat cepat. Saya tidak panik. Saya mencoba tetap dekat, tapi tidak terlalu dekat agar tidak membuat semuanya terlalu panas,” ujar Bezzecchi.
Situasi balapan kemudian memberinya kepercayaan diri tambahan. Dia melihat Jorge Martin mulai kehilangan ritme.
“Saya melihat Jorge mulai mundur dari kami, dan itu memberi saya kepercayaan diri untuk menunggu. Lalu, begitu saya melihat Jorge mulai mendekat lagi, saya bilang, ‘sekarang waktunya memimpin’,” ucapnya.
Momen krusial terjadi sepuluh lap jelang finis. Bezzecchi mengerem lebih dalam di Tikungan 1 dan merebut kembali posisi terdepan dari Bagnaia. Sejak saat itu, dia langsung mengendalikan ritme balapan.
“Begitu saya bisa menyalip Pecco, saya langsung menerapkan ritme saya dan perasaan dengan motor benar-benar luar biasa,” kata pembalap Aprilia tersebut.
Tekanan justru memuncak di dua lap terakhir. Bezzecchi mengakui fokusnya sempat terganggu oleh euforia penonton.
“Sejujurnya dua lap terakhir sangat berat karena saya mulai melihat dari sudut mata saya semua orang di tribun dan di rumput melambaikan tangan dan bersorak,” tuturnya.
“Menjaga konsentrasi itu sulit, tapi begitu saya melewati garis finis, perasaannya luar biasa,” lanjut Bezzecchi yang menang di MotoGP Mugello.
Kemenangan ini terasa spesial karena tekanan publik Italia sudah terasa sejak hari pertama. “Sejak Kamis tekanannya sudah tinggi, para fans luar biasa, tapi tanggung jawabnya juga besar karena semua orang bilang ke saya, ‘kamu harus menang!’” ujarnya.
“Untuk pertama kalinya saya benar-benar merasakan tekanan, tapi itu juga jadi dorongan besar karena saya melihat jumlah orang yang luar biasa mendukung saya. Jadi saya bekerja keras untuk mencoba meraih ini dan rasanya seperti mimpi yang jadi kenyataan,” sambung Bezzecchi.
Salah satu sosok yang memberi ucapan selamat langsung di parc fermé adalah pemimpin klasemen Formula 1, Kimi Antonelli.
“Kimi adalah teman dekat saya, kami semakin dekat dalam tiga tahun terakhir, dan punya dia di sini sangat menyenangkan,” kata Bezzecchi.
Kemenangan ini mempertegas mental juara Bezzecchi yang mampu menahan tekanan, membaca situasi balapan, dan menaklukkan rival utama di kandang sendiri.










