Sebelum Gabung, Anthony Gordon Frustrasi Lawan Barcelona: Kami Tidak Bisa Sentuh Bola!
BARCELONA, iNews.id – Anthony Gordon secara terbuka mengakui sulit menguasai bola saat menghadapi Barcelona, pengalaman yang kini berubah drastis usai dia resmi direkrut raksasa Spanyol tersebut dari Newcastle United.
Barcelona menuntaskan transfer Gordon dengan nilai 69,3 juta poundsterling atau sekitar Rp1,4 triliun, termasuk bonus. Pemain sayap timnas Inggris itu dikontrak selama lima tahun dan diperkenalkan kepada publik pada Jumat malam waktu setempat.
“Begitu saya tahu Barca adalah opsi serius, tidak ada keraguan sama sekali. Saya selalu menginginkan Barca. Barca adalah klub terbesar di planet ini,” ujar Gordon dikutip dari Sky Sports.
“Ini adalah mimpi masa kecil saya. Jujur, ini mimpi yang jadi nyata bisa berada di sini," ujarnya.
Pengalaman pahit saat menghadapi Barcelona di Liga Champions menjadi salah satu momen yang membekas bagi Gordon. Dia mengakui kualitas permainan Blaugrana membuat Newcastle kesulitan mengembangkan permainan.
“Para pemain ini berada di puncak level tertinggi karena suatu alasan. Mereka adalah pemain terbaik di dunia,” kata dia.
“Mereka punya kualitas luar biasa. Saat kami bermain melawan mereka di St James’ Park, kami hampir tidak bisa menyentuh bola,” lanjut Gordon, menggambarkan dominasi Barcelona dalam laga tersebut.
Terpikat Kualitas Barcelona Sejak di Lapangan
Menurut Gordon, bermain melawan Barcelona justru memperkuat keyakinannya terhadap kualitas skuad asuhan Xavi.
“Bermain dengan Lamine dan para pemain lain sangat membuat saya bersemangat,” ucap dia.
“Semakin banyak pemain berkualitas di sekitar Anda, semakin baik performa Anda.”
Gordon juga sadar seragam Barcelona menyimpan tanggung jawab besar. “Saya tahu ini datang dengan tanggung jawab besar, tapi saya siap menghadapi tantangan seperti ini,” ujarnya.
“Saya tahu para pemain hebat di masa lalu yang mengenakan seragam ini. Bebannya besar, tapi saya justru antusias.”
Menariknya, Gordon menjawab sejumlah pertanyaan dalam bahasa Spanyol saat sesi perkenalan. Dia menjelaskan kebiasaan itu berangkat dari keyakinan masa kecilnya.
“Saya ingin berbicara bahasa Spanyol karena sejak kecil saya percaya akan bermain untuk Barca,” kata dia.
“Saya punya fisioterapis di Newcastle, kami berbicara setiap hari dan saya selalu bilang suatu hari akan bermain untuk Barca. Itu alasan saya belajar bahasa Spanyol.”
Musim lalu, Gordon menutup kompetisi sebagai pencetak gol terbanyak Newcastle dengan 17 gol di semua ajang. Di Liga Champions, dia mencetak 10 gol, hanya kalah dari Kylian Mbappe dan Harry Kane, catatan yang membuat klub-klub besar Eropa tertarik.
Barcelona akhirnya memenangkan perburuan, mengalahkan minat dari Bayern Munich. Fleksibilitas Gordon, yang mampu bermain di sayap kiri maupun posisi tengah, menjadi nilai tambah besar, terlebih setelah kepergian Robert Lewandowski membuka ruang di lini depan Camp Nou.










