Kevin Diks Terancam Dicadangkan, Pelatih Monchengladbach Buka Opsi Rotasi
MONCHENGLADBACH, iNews.id – Kevin Diks berpotensi dirotasi saat Borussia Monchengladbach vs Wolfsburg dalam spieltag ke-31 Liga Jerman 2025-2026.
Laga tersebut akan berlangsung di Volkswagen Arena, Wolfsburg, Jerman pada Sabtu (25/4/2026) pukul 20.30 WIB. Pertandingan ini menjadi momen penting bagi Die Fohlen untuk menghentikan tren negatif.
Borussia Monchengladbach sedang dalam performa kurang meyakinkan. Tim asuhan Eugen Polanski belum meraih kemenangan dalam lima pertandingan terakhir, sehingga membutuhkan perubahan strategi.
Pelatih Eugen Polanski membuka peluang melakukan rotasi pemain demi menjaga kondisi tim. Kevin Diks termasuk pemain yang masuk dalam pertimbangan tersebut.
“Secara umum, kami telah melewati minggu ini dengan baik, dan kami tidak mengalami kemunduran besar. Tim Kleindienst juga belum kembali berlatih bersama tim, tetapi saat ini berada di jalur yang sangat baik,” kata Polanski dilansir dari laman resmi klub, Jumat (24/4/2026).
Kondisi Fisik Jadi Pertimbangan
Polanski menjelaskan beberapa pemain masih dalam tahap pemulihan. Hal ini membuat tim pelatih harus cermat dalam mengatur komposisi skuad.
“Tiago Pereira Cardoso berlatih secara individual setelah absen karena sakit. Kami harus mengatur beban kerja Kevin Diks dengan hati-hati selama beberapa hari terakhir,” tuturnya.
Kevin Diks memang baru pulih dari cedera dan memiliki beban pertandingan tinggi. Dia menjadi salah satu pemain paling konsisten di lini belakang Monchengladbach musim ini.
Tercatat, pemain Timnas Indonesia itu sudah tampil dalam 27 pertandingan bersama Die Fohlen. Dia rutin dipercaya dalam skema tiga bek yang diterapkan Polanski.
Situasi tersebut membuat rotasi menjadi opsi rasional demi menjaga kebugaran. Polanski menilai pengaturan menit bermain penting agar performa pemain tetap optimal.
“Ini adalah sesuatu yang kami pertimbangkan setiap minggu. Merupakan hal yang baik bahwa begitu banyak pemain di berbagai posisi menunjukkan betapa baiknya mereka dapat bermain,” ucapnya.
Meski begitu, dia mengingatkan perubahan komposisi tim tidak boleh berlebihan. “Namun, terlalu banyak perubahan dapat berdampak negatif pada stabilitas tim. Ini semua tentang menemukan keseimbangan yang tepat,” tandasnya.










