Persis Solo di Zona Degradasi, Milomir Seslija Dapat Ultimatum dari Manajemen
SOLO, iNews.id – Persis Solo menghadapi tekanan berat di Super League 2025-2026 setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 kontra PSBS Biak, Sabtu (21/2/2026) malam, di Stadion Manahan. Tambahan satu poin itu belum cukup untuk menjauh dari zona degradasi.
Manajemen klub langsung melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk menimbang nasib pelatih Milomir Seslija. Dalam keterangan resmi yang dirilis Senin (23/2/2026) malam, manajemen menegaskan target enam poin dari dua laga berikutnya menjadi ujian kritis bagi Seslija.
Dua pertandingan yang menjadi tolok ukur tersebut adalah duel kandang pekan ke-23 melawan Persik Kediri pada Minggu (1/3/2026) dan laga tandang ke markas Persijap Jepara, Kamis (5/3/2026).
"Manajemen memohon maaf dan memahami kekecewaan dari seluruh elemen pecinta Persis atas hasil baik yang belum kunjung datang. Tapi hingga pekan terakhir nanti, manajemen memastikan semua pihak di dalam klub untuk terus berjuang. Tanpa henti," tulis keterangan resmi Persis Solo, dikutip dari laman PT Liga Indonesia Baru (iLeague), Selasa (24/2/2026).
Manajemen menegaskan dukungan tetap diberikan kepada tim pelatih, ofisial, dan seluruh pemain selama periode evaluasi ini. Target enam poin dinilai sebagai standar minimal agar peluang bertahan di kasta tertinggi tetap terjaga. Evaluasi berkala juga akan terus dilakukan untuk memastikan arah perjuangan tim tetap terukur hingga akhir musim.
Hingga pekan ke-22, Persis Solo menempati posisi juru kunci klasemen dengan 13 poin, hasil dari dua kemenangan, tujuh hasil imbang, dan 13 kekalahan. Kondisi ini menimbulkan tekanan luar biasa bagi Laskar Sambernyawa untuk bangkit dalam dua laga penentu.
Manajemen menekankan pentingnya dukungan suporter. Seluruh elemen pendukung diminta tetap berdiri di belakang tim. Dukungan publik dianggap menjadi faktor krusial dalam mengangkat moral pemain dan pelatih di saat krisis performa seperti ini.
Pelatih Milomir Seslija kini berada di bawah sorotan tajam. Langkah manajemen memberi target spesifik menjadi bentuk tekanan sekaligus dorongan agar strategi dan persiapan tim lebih fokus menghadapi lawan-lawan kunci.
Dengan tekanan di papan bawah, setiap laga Persis Solo hingga akhir musim menjadi penentu nasib mereka di Super League 2025-2026. Kegagalan meraih enam poin dari dua laga berikutnya bisa berdampak langsung pada keputusan manajemen terhadap posisi Seslija di klub.
Persis Solo kini berada di persimpangan kritis. Kombinasi tekanan klasemen, ekspektasi suporter, dan target manajemen menjadikan situasi klub semakin dramatis.
Semua mata tertuju pada performa tim dalam duel melawan Persik Kediri dan Persijap Jepara, yang bisa menentukan nasib mereka di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.










