Edwin van der Sar Ungkap Detik-Detik Alami Pendarahan Otak, Reaksi Pertama Bikin Terdiam

Edwin van der Sar Ungkap Detik-Detik Alami Pendarahan Otak, Reaksi Pertama Bikin Terdiam

Olahraga | inews | Selasa, 24 Februari 2026 - 17:04
share

AMSTERDAM, iNews.id – Edwin van der Sar akhirnya mengungkap momen saat dia mengalami pendarahan otak ketika berlibur bersama keluarga di Kroasia pada Juli 2023. Mantan kiper Manchester United itu menceritakan langsung gejala awal yang dia rasakan hingga harus dilarikan ke rumah sakit dan dirawat di unit perawatan intensif.

Van der Sar jatuh sakit saat menikmati liburan keluarga di Kroasia. Dia sempat dirawat di rumah sakit setempat dan menjalani perawatan intensif. Sepekan kemudian, dia dipindahkan ke rumah sakit di Belanda sebelum akhirnya keluar dari ICU dan menjalani pemulihan.

Sejak kejadian tersebut, Van der Sar jarang berbicara soal kondisi kesehatannya. Namun dalam wawancara terbaru bersama mantan rekan setimnya di Manchester United, Gary Neville, dalam program The Overlap, dia membeberkan detail hari ketika pendarahan otak itu terjadi.


Gejala Tiba-Tiba di Kamar Hotel

Van der Sar menjelaskan gejala muncul saat dia baru bangun tidur di kamar hotel pada hari terakhir liburannya. Dia berjalan ke kamar mandi, lalu mulai merasakan pusing.

"Kami menikmati liburan yang menyenangkan, liburan berlayar di Kroasia," kata Van der Sar, dikutip dari Sport Bible. "Pada hari terakhir, di hotel, saya baru bangun dan pergi ke toilet. Saya merasa pusing dan merasakan leher saya."

Dia kemudian kembali ke kamar dan meminta istrinya menutup tirai. "Saya kembali ke kamar dan berkata, 'Tutup tirainya'. Lalu saya duduk di tempat tidur, saya tidak enak badan," ujarnya.

Saat itu, istrinya Annemarie van Kesteren langsung menghubungi dokter darurat. Tim medis menduga dia mengalami pendarahan otak. Annemarie sendiri pernah mengalami kondisi serupa dan pulih saat Van der Sar masih aktif bermain untuk Manchester United pada 2009.

Van der Sar menjalani perawatan intensif selama beberapa waktu sebelum dipindahkan ke Belanda. Total dia menghabiskan sekitar tiga pekan di rumah sakit sebelum memulai proses rehabilitasi.


Pengunduran Diri dari Ajax Bantu Proses Pemulihan

Menariknya, Van der Sar mengaku keputusan mundur dari jabatan CEO Ajax lima pekan sebelum kejadian memberi dampak besar terhadap pemulihannya. Dia merasa tidak lagi memiliki tekanan pekerjaan saat menjalani rehabilitasi.

"Salah satu hal yang membantu saat itu, saya baru saja berhenti dari pekerjaan," kata dia. "Lima pekan sebelumnya, saya mengundurkan diri."

Dia menyebut keputusan mundur merupakan langkah besar, namun dia merasa sudah membawa Ajax ke titik maksimal kontribusinya. Tanpa tekanan email, telepon, maupun pengambilan keputusan penting, dia bisa fokus sepenuhnya pada pemulihan.

Dia juga mengaku tidak mendapat penjelasan pasti soal penyebab pendarahan otak tersebut. "Itu terjadi secara alami. Sesuatu terjadi di otak, atau di bagian belakang leher, lalu Anda tidak sadarkan diri," ucapnya.

Kini, hampir tiga tahun berlalu sejak kejadian tersebut. Van der Sar menikmati hidup dengan ritme lebih tenang. Dia mengisi waktu dengan aktivitas sederhana seperti berjalan dengan anjing peliharaan dan berlibur.

Menurutnya, proses pemulihan berjalan lebih lama dari perkiraannya. Sejak usia 18 hingga 40 tahun dia berkarier sebagai pemain profesional, lalu berlanjut menjadi direktur Ajax hingga usia 53 tahun. Setelah mengambil jeda, dia merasa bisa menikmati hidup dengan lebih santai bersama keluarga.

Topik Menarik