Yamaha Krisis Performa! Alex Rins Ungkap Motornya Semakin Ketinggalan
BURIRAM, iNews.id - Alex Rins mengakui Yamaha tertinggal jauh dari para pesaing jelang MotoGP 2026 setelah hasil mengecewakan pada tes pramusim di Thailand.
Pembalap Monster Energy Yamaha itu kesulitan menyembunyikan kekecewaan usai Yamaha gagal menembus lima besar dalam tes pramusim MotoGP Thailand. Selama dua hari pengujian, tidak ada satu pun pembalap Yamaha yang mampu bersaing di papan atas catatan waktu.
Hasil terbaik justru diraih pembalap tim satelit Prima Pramac Racing, Jack Miller. Pembalap asal Australia itu sempat menempati posisi kedelapan pada sesi kedua hari terakhir tes. Sementara Rins dan Fabio Quartararo masih berkutat di lima posisi terbawah.
Situasi makin rumit karena keterbatasan teknis. Dalam tes tersebut, dua pembalap harus berbagi satu motor. Rins menilai kondisi itu menjadi kemunduran signifikan bagi Yamaha yang tengah berupaya bangkit.
“Itu adalah hari yang sulit untuk dikelola hanya dengan satu motor. Kami sedang menguji beberapa pengaturan. Kami tidak bisa melakukan banyak putaran karena saya hanya memiliki satu motor,” kata Rins dikutip dari Motosan, Selasa (24/2/2026).
Pengakuan berikutnya lebih tajam. “Kami sangat jauh tertinggal dari para pesaing kami,” tambahnya.
Rins Salurkan Amarah, Yamaha Diragukan Siap
Rins mencoba mengontrol emosinya saat berada di lintasan. Dia mengaku menyalurkan frustrasi dengan cara tertentu agar tetap fokus menghadapi situasi sulit.
“Saya mencoba menyalurkan amarah saya saat balapan. Itu adalah karakteristik yang telah saya latih sejak lama: ketika motor tidak berfungsi dengan baik atau saya tidak bisa mencetak waktu putaran yang bagus, saya mencoba menyalurkan semua frustrasi itu pada putaran kembali ke pit agar saya tiba dengan kondisi mental yang lebih baik,” tutur Rins.
Meski berusaha tetap profesional, pembalap asal Spanyol itu mengisyaratkan keraguan menghadapi musim baru. Performa motor yang belum kompetitif membuat dia mempertanyakan kesiapan menghadapi persaingan.
“Apakah saya siap atau tidak, saya tidak pernah tahu. Seorang pembalap tentu tidak pernah siap untuk berada di belakang grid. Itulah kenyataannya,” tukasnya.
Tes pramusim di Buriram menjadi alarm keras bagi Yamaha. Dengan hasil yang jauh dari ekspektasi dan keterbatasan teknis seperti penggunaan satu motor untuk dua pembalap, pekerjaan rumah tim pabrikan Jepang itu masih menumpuk jelang seri pembuka MotoGP 2026.










