Bukan Lagi Agresif, Marc Marquez Kini Menang dengan Cara Berbeda
MADRID, iNews.id – Marc Marquez dinilai tampil dengan gaya balap yang lebih bersih dan penuh perhitungan setelah menjadi juara bertahan MotoGP. Penilaian itu disampaikan pengamat MotoGP, Juan Martinez, yang melihat perubahan signifikan pada pendekatan balap pembalap Ducati Lenovo tersebut.
Marc Marquez menyandang status juara bertahan setelah menjalani musim impresif bersama Ducati Lenovo. Pembalap berjuluk The Baby Alien itu menutup musim lalu dengan performa dominan.
Marquez meraih gelar juara dunia ketujuhnya usai memenangi 14 balapan sprint dan 11 balapan utama. Catatan tersebut menegaskan dominasinya sepanjang musim.
Namun musim gemilang itu diwarnai insiden cedera pada seri akhir. Marquez mengalami kecelakaan setelah bertabrakan dengan Marco Bezzecchi dari Aprilia Racing pada MotoGP Indonesia.
Dalam insiden tersebut, Marquez tertabrak dari belakang. Situasi ini menunjukkan kecelakaan itu bukan dipicu gaya agresifnya, berbeda dari citra lama yang kerap melekat pada dirinya.
Juan Martinez melihat perubahan pendekatan balap tersebut sebagai bentuk adaptasi. Menurut dia, Marquez tidak lagi membalap dengan agresivitas berlebihan.
“Saya rasa Marc, seperti atlet top lainnya di disiplin apa pun, tidak diragukan lagi paling dikenal karena kemampuannya beradaptasi dengan berbagai situasi,” kata Martinez dilansir dari Motosan, Senin (9/2/2026).
“Saya rasa itu bukan hanya adaptasi teknis, tetapi juga adaptasi fisik dari pihaknya. Kita jelas melihat proses pemulihannya setelah kecelakaan di akhir musim, kondisi bahunya, betapa rapuhnya, dan betapa sadarnya dia akan keterbatasan yang mungkin dimiliki bahu dan lengan kanannya. Dan saya rasa itu merupakan kombinasi dari keduanya,” sambungnya.
Martinez menilai motor Ducati sebenarnya memberi ruang bagi Marquez untuk tetap agresif. Namun pembalap asal Spanyol itu memilih pendekatan berbeda.
“Motornya memungkinkan dia untuk melakukannya, tetapi dia juga memahami bahwa dia benar-benar perlu menjadi pengendara yang jauh lebih bersih dan lebih presisi,” ujar Martinez.
Perubahan tersebut dinilai sebagai tanda kedewasaan Marquez dalam mengambil keputusan di lintasan. Hasilnya justru membawa dominasi yang tidak banyak diprediksi.
“Dan itulah transisi yang telah dia lakukan, dan hasil yang dia raih sangat mengejutkan. Karena saya pikir Marc, selama adaptasi itu, dalam perpindahannya ke Ducati, akan kompetitif, bahwa dia akan berjuang untuk Kejuaraan Dunia, tetapi dominasi yang dia tunjukkan benar-benar luar biasa; itu membuat kami semua terdiam,” tukas Martinez.
Transformasi gaya balap ini memperkuat posisi Marquez sebagai pembalap yang tidak hanya cepat, tetapi juga matang dan presisi dalam mengelola risiko di MotoGP.










