Luis Enrique Ungkap Taktik PSG yang Mematikan Liverpool di Anfield
LIVERPOOL, iNews.id – Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique, mengungkap taktik pasukannya yang berhasil mematikan Liverpool di Anfield pada leg kedua perempat final Liga Champions 2025-2026, Rabu (15/4/2026) dini hari WIB.
Les Parisiens menang 2-0 dalam laga tersebut lewat dua gol Ousmane Dembele. Hasil itu memastikan mereka melangkah ke semifinal dengan keunggulan agregat atas Liverpool.
Luis Enrique menegaskan kemenangan ini bukan kebetulan. Dia menilai timnya sudah membaca permainan sejak awal dan memanfaatkan celah yang ada.
“Kami tahu akan mendapatkan peluang dari serangan balik. Dalam dua pertandingan, kami pantas lolos,” ujarnya kepada Canal+.
PSG tampil efektif dalam memanfaatkan momentum. Mereka tidak mendominasi sepanjang laga, tetapi mampu menghukum setiap celah yang ditinggalkan lawan.
Serangan Balik dan Intensitas Jadi Kunci
Luis Enrique menjelaskan timnya sengaja menunggu momen untuk menyerang balik, terutama saat Liverpool kehilangan keseimbangan.
“Pertandingan ini sulit, tetapi kami berhasil melewati tekanan mereka dua kali dan mencetak dua gol. Jika ingin memenangkan laga seperti ini, Anda harus bertahan dengan intensitas tinggi,” ujarnya.
Dia menilai kemampuan bertahan PSG menjadi faktor penting. Timnya tetap disiplin meski mendapat tekanan besar dari Liverpool.
“Kami menunjukkan kepada semua orang bahwa kami siap bermain dengan bola, dan ketika tidak menguasai bola, kami juga bisa bermain tanpa bola,” katanya.
Luis Enrique juga mengakui laga berjalan sangat intens sejak awal hingga akhir. Kedua tim sama-sama tampil agresif dengan gaya permainan menyerang.
“Ini pertandingan yang intens antara dua tim yang bermain sangat baik. Merupakan kehormatan bisa bermain di Anfield,” tuturnya.
Menurut dia, babak pertama berjalan sesuai rencana PSG. Mereka mampu mengontrol permainan dan menciptakan peluang berbahaya.
“Babak pertama lebih berpihak kepada kami karena kami mengendalikan pertandingan dan bisa menciptakan beberapa peluang,” katanya.
Namun, tekanan besar datang di babak kedua saat Liverpool bermain lebih agresif dan menaikkan garis pertahanan.
“Babak kedua berbeda. Kami banyak menderita karena mereka menekan tinggi dan mengambil banyak risiko,” ujarnya.
Meski ditekan, PSG tetap mampu menjaga organisasi permainan hingga akhir laga. Disiplin bertahan dan efektivitas serangan balik menjadi kunci kemenangan mereka.
Luis Enrique juga menyinggung perkembangan timnya yang terus meningkat sejak musim lalu.
“Musim lalu, semua orang berpikir kami tidak bisa memenangkan Liga Champions karena kami sangat muda. Sekarang semua orang tahu kami adalah juara, tetapi kami harus terus berkembang. Itu tujuan kami,” ujarnya.
Kemenangan di Anfield ini menegaskan PSG sebagai salah satu kandidat kuat juara Liga Champions musim ini setelah berhasil menyingkirkan Liverpool di kandangnya sendiri.










