Francesco Bagnaia Buka Suara Terkait Sulitnya Bertandem dengan Marc Marquez

Francesco Bagnaia Buka Suara Terkait Sulitnya Bertandem dengan Marc Marquez

Olahraga | okezone | Minggu, 11 Januari 2026 - 14:53
share

BORGO PANIGALE – Dominasi Marc Marquez di garasi Ducati Lenovo sepanjang musim lalu ternyata meninggalkan kesan mendalam bagi Francesco Bagnaia. Pembalap yang akrab disapa Pecco tersebut secara terbuka mengakui bahwa berbagi paddock dengan pembalap sekaliber Marquez memberikan tekanan mental yang luar biasa bagi kariernya sepanjang MotoGP 2025.

Francesco Bagnaia memang melewati periode yang sangat menantang di MotoGP 2025. Performa pembalap asal Italia tersebut bisa dibilang mengalami penurunan drastis, sebuah situasi yang berbanding terbalik dengan pencapaian impresif yang ditunjukkan oleh Marquez.

Bagnaia tercatat hanya mampu mengamankan dua kemenangan dari total 22 balapan yang digelar. Sementara itu, Marquez yang baru saja melakoni musim debutnya bersama Ducati Lenovo sukses merengkuh gelar juara dunia MotoGP ketujuhnya dengan catatan fantastis: 11 kemenangan balapan utama dan 14 kemenangan di sesi sprint.

1. Dilema Bagnaia di Tengah Dominasi Rekan Setim

Bagnaia akhirnya harus puas mengakhiri musim di posisi kelima klasemen akhir MotoGP 2025. Ia tidak menampik bahwa menyaksikan rekan setimnya merayakan kemenangan demi kemenangan di saat dirinya terpuruk adalah beban berat yang sulit untuk dikesampingkan.

Francesco Bagnaia dan Marc Marquez. (Foto: Instagram/ducaticorse)

"Ini tidak mudah. ​​Jika rekan setim Anda menang dan Anda mendapatkan hasil buruk, sulit untuk mempercayainya. Saya tidak pernah meragukan Ducati, karena saya percaya karier saya dapat dimulai dan diakhiri dengan Ducati," kata Bagnaia dilansir dari Motosan, Minggu (11/1/2026).

Meskipun menganggap Marquez sebagai rival terberatnya di atas lintasan, Bagnaia menegaskan bahwa hubungan personal di antara keduanya tetap terjaga dengan sangat profesional. Hal ini terutama terlihat dalam cara mereka berkolaborasi demi memajukan performa motor Desmosedici milik pabrikan Borgo Panigale tersebut.

 

2. Profesionalisme di Balik Persaingan Internal

"Ketika Anda berjuang untuk tujuan yang sama, tidak mudah untuk memiliki hubungan yang damai, tetapi kami cukup cerdas," tutur Bagnaia menjelaskan dinamika di dalam garasi tim merah tersebut.

Francesco Bagnaia dan Marc Marquez. (Foto: Instagram/ducaticorse)

Ia juga memuji proses adaptasi cepat sang peraih delapan gelar juara dunia tersebut di lingkungan barunya. Menurut Pecco, komunikasi di antara mereka tidak melulu terbatas pada urusan teknis balapan, melainkan juga mencakup aspek-aspek di luar lintasan.

"Dia (Marquez) beradaptasi dengan sempurna dengan tim, dan kami bekerja ke arah yang sama. Kami membicarakan banyak hal selain hanya motor," tutupnya.

Topik Menarik