Kisah Liem Swie King, Legenda Bulu Tangkis Indonesia yang Guncang Dunia Lewat King Smash

Kisah Liem Swie King, Legenda Bulu Tangkis Indonesia yang Guncang Dunia Lewat King Smash

Olahraga | okezone | Minggu, 4 Januari 2026 - 04:01
share

DUNIA bulu tangkis internasional pernah dibuat terpana oleh sosok pemuda asal Kudus yang memiliki lompatan ikonik dan pukulan mematikan. Liem Swie King bukan sekadar nama, melainkan simbol kejayaan bulu tangkis Indonesia di medio 1970-an hingga akhir 1980-an.

Pria kelahiran 28 Februari 1956 ini dikenal sebagai atlet yang berhasil melanjutkan estafet emas tunggal putra Indonesia dengan gaya permainan yang sangat agresif. Nama King mulai menjadi buah bibir saat usianya baru menginjak 20 tahun.

Kala itu, Liem Swi King membuat kejutan besar dengan menembus partai final All England 1974, turnamen paling bergengsi di dunia. Meski harus puas menjadi runner-up setelah mengakui keunggulan seniornya, Rudy Hartono, momen tersebut menjadi gerbang pembuka bagi karier fenomenalnya di masa depan.

1. Dominasi di Sektor Tunggal dan Ganda Putra

Pasca debut impresifnya di All England, prestasi King melesat bak meteor. Ia tercatat sukses menjuarai All England sebanyak tiga kali, yakni pada tahun 1978, 1979, dan 1981.

Tak hanya itu, dominasi King di sektor tunggal putra semakin sahih dengan raihan gelar juara Piala Dunia Bulu Tangkis pada 1979 dan 1982. Kehebatannya membuat publik yakin bahwa Indonesia telah menemukan penerus sepadan bagi sosok Rudy Hartono.

Liem Swie King Istimewa

Menariknya, talenta luar biasa King tidak hanya terbatas pada sektor tunggal. Ia juga membuktikan kualitasnya sebagai pemain ganda putra papan atas saat berpasangan dengan Kartono Hariamanto, Bobby Ertanto, hingga Eddy Hartanto.

Terbukti, King merengkuh gelar juara Piala Dunia ganda putra tiga tahun berturut-turut pada 1984-1986. Koleksi prestasinya makin lengkap dengan sumbangan trofi Piala Thomas (1976, 1979, 1984), emas Asian Games (1978), serta rentetan emas SEA Games.

 

2. Kehidupan Pasca-Pensiun

Karakteristik permainan Liem Swie King yang paling membekas di ingatan penggemar adalah teknik jumping smash yang sangat bertenaga. Kecepatan dan kekuatan pukulannya tersebut membuatnya dianugerahi julukan abadi, "King Smash".

Kehebatan sang legenda bahkan menginspirasi lahirnya sebuah film layar lebar berjudul "King" serta buku biografi bertajuk "Panggil Aku King" yang dirilis pada tahun 2009.

Liem Swie King Antara

Setelah memutuskan gantung raket pada 1988, pria yang kini berusia 69 tahun tersebut memilih menepi dari hiruk pikuk lapangan dan beralih ke dunia bisnis. Terinspirasi dari pengalamannya selama menjadi atlet, King membuka usaha griya pijat kesehatan serta mengelola hotel di kawasan Jakarta.

Saat ini, King telah mewariskan pengelolaan bisnisnya kepada anak-anaknya dan memilih menghabiskan waktu luang dengan menikmati masa tua bersama cucu-cucunya di rumah.

Topik Menarik