3 Pevoli yang Cantiknya Kebangetan di Jakarta Pertamina Enduro Jelang Proliga 2026, Nomor 1 Paling Dinanti
JAKARTA Pertamina Enduro (JPE) menatap Proliga 2026 dengan skuad bertabur bintang yang tidak hanya mahir di lapangan, tetapi juga memiliki daya tarik luar biasa bagi para penggemar voli Tanah AIr. Berstatus sebagai juara bertahan, JPE kembali diperkuat oleh wajah-wajah lama dan pemain bintang yang siap mempertahankan takhta.
Berikut 3 Pevoli yang Cantiknya Kebangetan di Jakarta Pertamina Enduro Jelang Proliga 2026:
1. Megawati Hangestri Pertiwi (Opposite)
Inilah sosok yang paling dinantikan publik voli Indonesia. Setelah malang melintang di kancah internasional, pemain asal Jember yang dijuluki Megatron ini akhirnya resmi kembali ke tim yang telah mengorbitkannya sejak 2015.
Megawati mengaku sangat senang bisa kembali ke "rumah" sendiri meskipun harus beradaptasi dengan pelatih baru. Ambisi Megawati sangat jelas, yakni mencetak sejarah dengan membawa JPE meraih gelar juara keempat mereka (setelah 2014, 2018, dan 2025).
"Saya juga ingin membawa Pertamina kembali menjadi juara. Tahun lalu saya bersama Pertamina, sempat finis di posisi runner-up. Itu terakhir kali saya ikut. Tahun ini saya ingin mencetak sejarah dan menjadi juara," tegas Megawati.
2. Tisya Amallya Putri (Setter)
Kecantikan dan kepiawaian Tisya Amallya di posisi setter tidak perlu diragukan lagi. Perannya sangat vital saat membawa Jakarta Pertamina Enduro merengkuh gelar juara Proliga 2025 lalu.
Sebelumnya, ia juga menyabet gelar individu sebagai Setter Terbaik Proliga 2024 saat membela Jakarta Electric PLN. Memasuki musim Proliga 2026, tanggung jawab Tisya semakin besar.
Tisya kini dipercaya mengemban ban kapten Jakarta Pertamina Enduro. Sebagai pengatur serangan sekaligus pemimpin di lapangan, Tisya menjadi nyawa bagi permainan tim dalam upaya mempertahankan gelar juara.
3. Yana Shcherban (Outside Hitter)
Pevoli asal Rusia ini kembali berseragam Jakarta Pertamina Enduro untuk musim 2026. Kehadiran Shcherban di posisi outside hitter menjadi kabar baik bagi tim, mengingat ia adalah salah satu pilar penting saat JPE berhasil mengangkat trofi juara pada edisi 2025 silam.
Kombinasi pengalaman internasional Shcherban dengan kekuatan lokal seperti Megawati dan Tisya diharapkan mampu membangun chemistry yang kuat. Bagi Shcherban, kembali ke JPE berarti melanjutkan kesuksesan yang sudah ia bangun musim lalu untuk kembali mengincar podium tertinggi.









