Terungkap! Marc Marquez Sebetulnya Enggan Balapan di MotoGP Mandalika 2025
MARC Marquez mengaku sebetulnya tidak ingin balapan di MotoGP Mandalika 2025. Ia merasakan ada perbedaan dalam tubuhnya usai memastikan gelar juara dunia MotoGP 2025 di Sirkuit Twin Ring Motegi, Motegi, Jepang.
Marquez sukses jadi juara dunia usai finis ketiga di MotoGP Jepang 2025 pada akhir September. Ia mengunci gelar dengan lima seri tersisa, termasuk Indonesia.
1. Sial
Seperti diketahui, Marquez seperti sial di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia sekali tidak start pada 2022 dan dua kali gagal finis pada 2023 dan 2024!
Meski berhasil finis di posisi kelima pada Sprint Race MotoGP Mandalika 2025, pembalap dengan nomor start 93 itu kecelakaan pada balapan utama. Ia terlibat insiden dengan Marco Bezzecchi yang menyebabkan cedera pada bahu kanan sehingga harus mengakhiri musim lebih cepat.
"Setelah GP Motegi, saya merasakan perubahan pada tubuh saya. Saya tidak ingin mengendarai motor di Indonesia. Saya hanya ingin pulang. Dan saya memang pulang, meskipun tidak dengan cara yang saya harapan," kata Marquez seperti dilansir dari Speedweek, Rabu (3/12/2025).
Meski diprediksi akan pulih dalam waktu singkat, pria asal Spanyol itu memilih untuk tak kembali ke lintasan pada sisa musim MotoGP 2025. Menurutnya, ini menjadi momen yang bagus untuk memulihkan kondisi untuk menyambut musim baru.
"Tapi mungkin waktu atau kehidupan telah membawa saya ke masa jeda ini, ke masa pemulihan baru, sehingga saya bisa kembali tahun depan dengan ambisi yang sama dan berjuang untuk gelar juara. Karena ambisi itu ada di dalam diri saya, dan begitu pula keinginan saya," ujar Marquez.
2. Tidak Muda Lagi
Namun, pria berusia 32 tahun itu menyadari usianya tidak muda lagi untuk menghadapi tekanan besar di MotoGP. Kendati begitu, ia mengaku masih memiliki mentalitas juara untuk mendapatkan gelar lainnya.
"Saya telah mengatasi tantangan terbesar dalam karier saya. Kami akan terus berjuang untuk gelar juara dunia, tetapi hukum olahraga dan kehidupan bisa datang lebih cepat atau lambat, dan kita akan merasakan kemunduran," ucap Marquez.
"Saya harap itu datang lebih lambat, bukan lebih cepat. Tetapi generasi baru akan datang, pembalap baru yang akan berkata, 'Kami sedikit lebih cepat darimu.' Dan kemudian tibalah waktunya untuk mengambil keputusan," pungkasnya.










