Pecco Bagnaia Gagal Total di MotoGP 2025 karena Sepelekan Marc Marquez!

Pecco Bagnaia Gagal Total di MotoGP 2025 karena Sepelekan Marc Marquez!

Olahraga | inews | Rabu, 7 Januari 2026 - 11:00
share

BARCELONA, iNews.id - Ayah mendiang Marco Simoncelli, Paolo Simoncelli, secara blak-blakan mengungkap alasan di balik kegagalan Francesco Bagnaia bersaing di MotoGP 2025. Menurut Paolo, pembalap andalan Ducati Lenovo itu terpeleset karena meremehkan rekan setim barunya, Marc Marquez.

Bagnaia sebelumnya menjadi tulang punggung Ducati selama tiga musim beruntun, yakni 2022 hingga 2024. Ia sukses mempersembahkan dua gelar juara dunia MotoGP pada musim 2022 dan 2023.

Bahkan di MotoGP 2024, Pecco nyaris kembali meraih titel, sebelum akhirnya kalah tipis dari Jorge Martin yang saat itu masih membela Ducati Pramac.

Situasi berubah drastis pada MotoGP 2025, ketika Ducati Lenovo resmi menduetkan Bagnaia dengan Marc Marquez. Kehadiran Marquez disebut-sebut memicu ketegangan, terutama dari kelompok yang dekat dengan Valentino Rossi, sosok yang memiliki hubungan erat dengan Bagnaia.

Paolo Simoncelli menilai Bagnaia tidak siap menghadapi tekanan besar tersebut.

"Dia (Francesco Bagnaia) tidak siap menghadapi rekan satu tim sekuat itu,” kata Paolo Simoncelli, dikutip dari Crash pada Selasa (6/1/2026).

Lebih lanjut, Paolo menduga Bagnaia terpengaruh oleh opini di lingkaran Valentino Rossi, hingga akhirnya memandang sebelah mata kemampuan Marc Marquez.

Namun realitas di lintasan justru berkata sebaliknya. Marquez tampil dominan dan sukses meraih gelar juara dunia MotoGP ketujuhnya pada musim 2026.

"Pecco (Bagnaia) berasal dari grup Valentino Rossi, dan setelah mendengar semua yang mereka katakan di grup itu, dia meremehkan Marquez," tutur Paolo.

“Tahun sebelumnya, dia kehilangan gelar juara dunia meskipun memenangkan 11 balapan. Dia berpikir: 'Yang harus saya lakukan hanyalah mengurangi kecelakaan'. Tapi Marc adalah pembalap yang hebat di lintasan, dan itu membuatnya mengalami krisis," tambahnya.

Di sisi lain, Paolo Simoncelli tak ragu mengakui bahwa Marc Marquez adalah pembalap terkuat saat ini. Bahkan, gaya balap The Baby Alien mengingatkannya pada putranya, Marco Simoncelli, yang meninggal dunia akibat kecelakaan tragis di MotoGP Malaysia 2011.

"Saya tahu Marc adalah yang terkuat. Saya selalu menyukainya; dia berkendara dan berpikir seperti anak saya, dia tidak pernah menyerah dan selalu berusaha," tutur Paolo.

"Seandainya Marco tidak meninggal, kita pasti akan bersenang-senang. Kalian tahu kan bagaimana pertarungan dalam olahraga," pungkasnya.

Pernyataan Paolo Simoncelli ini semakin mempertegas betapa kehadiran Marc Marquez di Ducati menjadi faktor besar yang mengubah peta persaingan MotoGP, sekaligus menjadi tantangan terberat dalam karier Francesco Bagnaia.

Topik Menarik