Kisah Tony Gunawan, Satu-satunya Pebulu Tangkis yang Juara Dunia Bersama Indonesia dan Amerika Serikat
KISAH Tony Gunawan, satu-satunya pebulu tangkis yang juara dunia bersama Indonesia dan Amerika Serikat akan diulas Okezone. Tony Gunawan lahir di Surabaya, Jawa Timur pada 9 April 1975.
Sejak kecil, Tony Gunawan serius menggeluti dunia tepok bulu. Sampai akhirnya di usia 19 tahun atau pada 1994, Tony Gunawan dipercaya masuk Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur.
1. Sukses Besar di Nomor Ganda Putra
Tony Gunawan layak dicap salah satu pebulu tangkis terbaik yang pernah dimiliki Indonesia di nomor ganda putra. Dipasangkan dengan siapa pun, serangkaian gelar dimenangkan Tony Gunawan
Namun, duet terbaik Tony Gunawan bisa dibilang adalah Candra Wijaya. Keduanya memenangkan gelar bergengsi seperti All England 1999, Malaysia Open 1999, Japan Open 2000 hingga Indonesia Open 2000.
Puncak prestasi mereka tentu tersaji di Olimpiade Sydney 2000. Bersua pasangan Korea Selatan Lee Dong-soo/Yoo Yong-sung, Tony Gunawan menang 15-10, 9-15 dan 15-7 sekaligus memenangkan medali emas Olimpiade Sydney 2000.
Setahun berselang, Tony Gunawan meraih gelar juara dunia pertamanya. Berpasangan dengan Halim Haryanto, Tony Gunawan memenangkan medali emas setelah mengalahkan jagoan Korea Selatan, Ha Tae-kwon/Kim Dong-moon dengan skor 15-0 dan 15-3.
2. Pindah ke Amerika Serikat
Pada 2002, Tony Gunawan memutuskan hengkang ke Amerika Serikat. Tak hanya sebagai pemain, Tony Gunawan juga bertugas di posisi pelatih di Negeri Paman Sam.
Pindah negara membuat Tony Gunawan juga berganti pasangan. Awalnya, Tony Gunawan dipasangkan dengan pebulu tangkis Amerika Serikat bernama Khan Malaythong. Kolaborasi ini menghadirkan trofi US Open 2002 dan 2003 serta Puerto Rico Open 2002.
Di tahun 2004, Tony Gunawan berpasangan dengan pemain Amerika Serikat lain, Howard Bach. Bersama Howard Bach, prestasi Tony Gunawan lebih gila lagi.
Kisah Halim Haryanto, Juara Dunia dan All England yang Ikut Tony Gunawan Hijrah ke Amerika Serikat
Mereka memenangkan US Upen 2004 dan Dutch Open 2004. Sampai akhirnya di tahun 2005, pasangan ini meraih gelar juara dunia! Bersua pasangan Indonesia Candra Wijaya/Sigit Budiarto di final, Tony Gunawan/Howard Bach menang 15-11, 10-15 dan 15-11! Sejauh ini, belum ada satu pun pemain yang bisa juara dunia bersama dua negara berbeda seperti Tony Gunawan.










