Real Madrid Bocorkan Bukti Barcelona Tim Kesayangan Diktator Jenderal Franco Usai Dapat Serangan dari Joan Laporta

Real Madrid Bocorkan Bukti Barcelona Tim Kesayangan Diktator Jenderal Franco Usai Dapat Serangan dari Joan Laporta

Olahraga | BuddyKu | Rabu, 19 April 2023 - 17:00
share

REAL Madrid bocorkan bukti Barcelona tim kesayangan Diktator Jenderal Franco usai dapat serangan dari Joan Laporta. Perselisihan di antara kedua kubu semakin memanas sejak Blaugrana -julukan Barcelona- didakwa oleh Kejaksaan Spanyol melakukan suap kepada mantan Wakil Presiden Komite Wasit Spanyol (CTA), Jose Maria Enriquez Negreira, dalam kurun 2001-2018.

Kejaksaan Spanyol menemukan bukti bahwa Barcelona membayar total 7,3 juta euro (120,3 miliar rupiah) selama 2001-2018 ke rekening dua perusahaan milik Negreira, DASNIL dan NILSAT, dalam bukti salinan invoice. Blaugrana dituduh melakukan suap agar diuntungkan dalam pertandingan, termasuk dapat hak menentukan soal perekrutan wasit dan keputusan-keputusannya selama laga.

Mengutip dari Marca, Presiden Barcelona, Joan Laporta, menegaskan bahwa Barcelona tidak terlibat dalam skandal suap Negreira dalam pidatonya. Ia menyatakan Blaugrana mengirim uang kepada perusahaan milik Jose Negreira itu adalah tindakan legal, bukan korupsi.

Di lain hal, Joan Laporta justru menyerang Real Madrid. Hal itu lantaran Los Blancos -julukan Real Madrid- sebelumnya menyatakan sikap untuk mendukung investigasi dan mengajukan komplain terhadap kasus suap Barcelona bersama La Liga dan Federasi Sepakbola Spanyol.

Presiden Barcelona, Joan Laporta

Seolah tak terima dengan sikap klub rivalnya itu, Joan Laporta justru menyebut Los Blancos yang selama ini kerap diuntungkan oleh wasit karena mereka dianggap sebagai klub milik pemerintahan yang berkuasa. Presiden Barcelona itu menyinggung sejarah kedekatan Real Madrid dengan diktator fasis Spanyol, Jenderal Franco, yang berkuasa pada 1933-1975.

"Mereka (Real Madrid) begitu dekat dengan kekuatan politik, ekonomi dan olahraga (Jenderal Franco)," tegas Joan Laporta dalam pidatonya, mengutip dari Marca, Rabu (19/4/2023).

"Selama tujuh dekade, mayoritas presiden dan ofisial dari komite wasit adalah partner Real Madrid, mantan pemain, maupun bekas eksekutif klub mereka," tambah pernyataan Joan Laporta.

Pidato serangan Joan Laporta itu nampaknya sampai ke telinga petinggi Real Madrid. Los Blancos pun merespons serangan Presiden Barcelona itu. Serangan balik dilancarkan Los Blancos melalui stasiun televisi internal mereka, Real Madrid TV.

Masih menurut Marca, video tersebut berisi bantahan soal klaim Joan Laporta yang menyatakan Real Madrid adalah klub pemerintahan. Di mana, pihak Los Blancos membocorkan bukti-bukti bahwa Barcelona yang justru memiliki kedekatan dengan pemerintah sebagai klub kesayangan Jenderal Franco.

Salah satu bukti yang dimaksud Real Madrid adala saat markas Barcelona, Camp Nou, diresmikan oleh Jose Solis Ruiz, menteri era Jenderal Franco. Bukti lainnya juga Barcelona mengangkat sang pemimpin fasis Jenderal Franco itu sebagai anggota kehormatan klub pada 1965 dan memberinya tiga medali kehormatan.

Barcelona vs Real Madrid

"Mana yang merupakan \'klub rezim\'?" terang kalimat pembuka video tersebut, mengutip dari Marca.

"Barcelona memenangi 8 titel Liga Spanyol dan 9 Copa Generalisimo (kini Copa del Rey) di bawah pemerintahan Franco. Real Madrid membutuhkan 15 tahun untuk memenangi Liga Spanyol selama kekuasaan Franco," tambah teks yang membandingkan tim mana lebih sering juara selama sang Jenderal Franco memerintah.

"Madrid dilucuti dalam perang saudara, pemain (Madrid) dibunuh, ditahan dan diasingkan," tutup pernyataan Real Madrid.

Topik Menarik