Loading...
Loading…
Indonesia Bertekad Pertahankan Gelar Juara di Cabang Sepak Bola

Indonesia Bertekad Pertahankan Gelar Juara di Cabang Sepak Bola

Powered by BuddyKu
Olahraga | WartaEkonomi | Jumat, 29 Juli 2022 - 05:41

Para pesepak bola celebral palsy (CP) Indonesia bertekad mempertahankan gelar juara di Asean Para Games (APG) Solo 2022 yang akan mulai dilangsungkan di Surakarta , Jawa Tengah, besok.

Saya bersama seluruh pemain dan ofisial bertekad untuk kembali meraih gelar juara. Kami yakin bisa meraih medali emas APG 2022, Kata pelatih timnas sepak bola CP Indonesia Anshar Ahmad usai memimpin latihan timnya, kemarin.

Ia mengungkapkan, 14 pemain dalam skuadnya telah lolos klasifikasi, sehari sebelumnya.Dari jumlah itu, tujuh orang diantaranya merupakan awak tim yang sama saat menjadi juara di APG 2017.

Ketujuh pemain itu adalah kapten tim Yahya Hernanda, kiper Amin Rosyid, Adi Joko Saputro, Dani Priyo Sejati, Cahyana, Ahmad Yuliarsi dan Yahya Muhaimi. Yang jelas, lanjut dia anak asuhnya sudah siap dengan beberapa strategi baru untuk memenangi setiap pertandingan nanti.

Sementara itu Kapten tim Yahya Hernanda juga menyatakan yakin, timnya menjadi yang tertangguh pada pertarungan sepak bola CP dengan sistem pertandingan 7 a side football di Stadion UNS Solo kampus Kentingan.

Lawan terberat, Thailand. Jam terbang mereka lebih tinggi, karena sering ikut event internasional, termasuk Piala Dunia sepak bola CP di Spanyol, Mei 2022 lalu. Tapi kami juga tidak memandang sebelah mata kekuatan tim-tim lainnya, ujar gelandang asal Kalimantan Selatan itu.

APG 2022 akan dipusatkan di Solo Raya dan Semarang, 30 Juli-6 Agustus 2022. Pada cabang sepak bola CP, ada empat tim yang akan bertanding untuk memburu gelar juara.

Baca Juga: Delapan Tim Kembali Bersaing di Playoff IBL 2022

Selain tuan rumah Indonesia dan Thailand, tim lain yang akan berkompetisi di cabang tersebut adalah Myanmar dan Kamboja. Malaysia yang semula akan turut bersaing, dikabarkan membatalkan diri.

Memang belum ada temu teknik yang memastikan tim-tim yang akan berlaga. Tapi jika Malaysia benar tidak turut bertanding, maka persaingan sedikit berkurang. Yang penting, anak-anak tetap fokus pada setiap laga, tandas Anshar.

Original Source

Topik Menarik