Tak Sekadar Kompetisi, Pesparani II Papua Jadi Ajang Merajut Persaudaraan

Tak Sekadar Kompetisi, Pesparani II Papua Jadi Ajang Merajut Persaudaraan

Olahraga | okezone | Minggu, 8 November 2026 - 22:17
share

KONTINGEN Kota Jayapura berhasil meraih gelar juara umum Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) II tingkat Provinsi Papua 2026. Hasil tersebut dipastikan setelah Kota Jayapura mengoleksi lima predikat champion sekaligus membawa pulang Piala Bergilir Gubernur Papua.

Selain Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Keerom, Biak Numfor, dan Waropen juga berhak mewakili Papua pada ajang Pesparani Nasional 2027 yang akan berlangsung di Manado, Sulawesi Utara.

Pesparani II Papua digelar di Kabupaten Biak Numfor pada 28–31 Oktober 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 800 peserta, ofisial, dan pendamping yang berasal dari enam kabupaten/kota, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Biak Numfor, Keerom, Kepulauan Yapen, dan Waropen.

Ketua Umum Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Provinsi Papua, Elpius Hugi, S.Pd., M.A., menegaskan bahwa Pesparani tidak hanya berorientasi pada persaingan untuk memperebutkan gelar juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat iman sekaligus merawat persaudaraan umat Katolik di Tanah Papua.

“Pesparani bukan sekadar ajang kompetisi mencari juara, tetapi perayaan iman dan wadah persaudaraan umat Katolik. Meski berasal dari daerah yang berbeda, kita dapat menjadi satu harmoni dalam satu iman kepada Kristus,” ujar Elpius.

Sejumlah cabang perlombaan dipertandingkan dalam Pesparani II Papua, mulai dari paduan suara anak, remaja, Orang Muda Katolik (OMK), dewasa wanita, dewasa pria, dewasa campuran, hingga paduan suara etnik. Selain itu, terdapat lomba mazmur, bertutur Kitab Suci, dan cerdas cermat rohani.

Menurut Elpius, berbagai kategori tersebut tidak sekadar menjadi ajang unjuk kemampuan bagi peserta. Pesparani juga memberikan ruang bagi umat untuk mengembangkan talenta dan memperdalam iman melalui musik gerejani, seni religius, liturgi, serta pendalaman Kitab Suci.

 

Sebagai tuan rumah, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor turut memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Pesparani II Papua. Salah satunya melalui hibah sebesar Rp1,5 miliar untuk menunjang kelancaran kegiatan tersebut.

Bupati Biak Numfor, Markus Octovianus Mansnembra, mengatakan dukungan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menyukseskan Biak Numfor sebagai tuan rumah. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menyambut para peserta dengan ramah dan penuh kekeluargaan.

Pesparani II Papua resmi ditutup pada Sabtu, 31 Oktober 2026, oleh Wakil Bupati Biak Numfor, Jimmy C.R. Kapissa, yang mewakili Gubernur Papua. Dalam sambutannya, Jimmy menyampaikan apresiasi kepada panitia, Gereja Katolik, dan masyarakat yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Ia menegaskan, Pesparani tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana pembinaan iman, pengembangan potensi umat, serta pelestarian musik liturgi.

Pada kesempatan tersebut, Elpius turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua di bawah kepemimpinan Gubernur Mathius Derek Fakhiri dan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Papua atas dukungan terhadap penyelenggaraan Pesparani II.

Apresiasi secara khusus diberikan kepada masyarakat Biak Numfor, organisasi kepemudaan lintas golongan dan agama, TNI-Polri, LP3K kabupaten dan kota, panitia provinsi dan daerah, seluruh kontingen, serta insan media. Ia juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu memenuhi kebutuhan akomodasi, transportasi, dan konsumsi selama kegiatan berlangsung.

Elpius juga menyampaikan terima kasih kepada Uskup Jayapura, Mgr. Dr. Yanuarius Theofilus Matopai You, dan Uskup Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, O.S.A. Kehadiran umat dari kedua keuskupan tersebut dinilai turut memperkuat ikatan persaudaraan Gereja Katolik di Tanah Papua.

Setelah menyelesaikan Pesparani II Papua, lima kontingen yang terdiri dari Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Keerom, Biak Numfor, dan Waropen akan melanjutkan perjuangan di tingkat nasional pada 2027. Elpius berharap seluruh kontingen dapat terus meningkatkan persiapan dan latihan agar mampu memberikan penampilan terbaik saat mewakili Papua di Manado.

Topik Menarik