IHSG Sepekan Melemah 0,13 Persen ke 5.050, Kapitalisasi Pasar Susut Rp118 Triliun
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,13 persen ke level 5.050,429 sepanjang perdagangan pekan 2-6 November 2026. Pelemahan indeks tersebut turut diikuti penyusutan kapitalisasi pasar Rp118 triliun.
Berdasarkan data statistik mingguan BEI, Jumat (6/11/2026), IHSG mengakhiri perdagangan pekan ini di posisi 5.050, turun dibandingkan penutupan pekan sebelumnya yang berada di level 5.057.
Sepanjang perdagangan pekan ini, IHSG bergerak fluktuatif dengan mencatatkan level tertinggi 5.143,582 dan level terendah 4.824,364. Posisi terendah tersebut menunjukkan indeks sempat mengalami tekanan cukup dalam sebelum akhirnya ditutup di kisaran 5.050.
Sejalan dengan pelemahan IHSG, kapitalisasi pasar BEI menyusut 1,34 persen atau Rp118 triliun menjadi Rp8.744 triliun. Pada pekan sebelumnya, kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp8.862 triliun.
Aktivitas perdagangan saham juga mengalami perlambatan. Rata-rata volume transaksi harian turun 3,50 persen menjadi 31,29 miliar saham, dibandingkan pekan sebelumnya sebanyak 32,43 miliar saham.
Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian merosot 23 persen menjadi Rp11,04 triliun dari sebelumnya Rp14,34 triliun. Adapun frekuensi transaksi harian tercatat sebanyak 1,29 juta kali atau turun 16,44 persen dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai 1,54 juta kali.
Dari sisi investor, investor asing masih membukukan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp167,11 miliar selama pekan ini. Meski demikian, angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya yang mencatatkan net sell sebesar Rp3,06 triliun.
Komposisi transaksi juga menunjukkan dominasi investor domestik semakin besar. Porsi transaksi investor lokal meningkat dari 59 persen menjadi 63 persen, sedangkan porsi investor asing turun dari 41 persen menjadi 37 persen.
Berdasarkan pergerakan sektoral, indeks sektor teknologi mencatatkan koreksi terdalam sebesar 6,46 persen. Selanjutnya, sektor transportasi dan logistik melemah 5,35 persen, sektor energi turun 5,01 persen, serta sektor properti dan real estat terkoreksi 4,35 persen.
Tekanan juga terjadi pada sektor barang konsumen siklikal yang melemah 4,04 persen, sektor infrastruktur turun 3,46 persen, dan sektor kesehatan terkoreksi 3,01 persen.
Di tengah pelemahan mayoritas sektor, sektor keuangan justru mencatatkan penguatan 1,33 persen. Sektor barang konsumen non-siklikal juga menguat 0,85 persen.
Adapun dalam sepekan, 472 emiten saham mengalami tekanan lebih dari 2 persen, 107 saham tertekan kurang dari 2 persen, 169 emiten stagnan, 61 persen saham menguat tidak lebih dari 2 persen, dan 154 emiten menguat lebih dari 2 persen.








