Viral Perempuan Alami Pelecehan saat Lakukan Sport Massage di GBK, Pelaku Minta Maaf

Viral Perempuan Alami Pelecehan saat Lakukan Sport Massage di GBK, Pelaku Minta Maaf

Gaya Hidup | okezone | Jum'at, 6 November 2026 - 15:26
share

KASUS dugaan pelecehan seksual dalam layanan sport massage di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, menjadi perbincangan hangat di media sosial. Seorang pelari perempuan membagikan pengalaman tidak menyenangkan yang dialaminya saat menjalani pemijatan untuk mengatasi keluhan pada bagian kaki dan punggung.

Pengakuan tersebut disampaikan melalui akun Threads @litaambrsr. Dalam unggahannya, ia menceritakan dugaan tindakan tidak pantas yang dilakukan seorang terapis olahraga ketika memberikan layanan sport massage pada 18 Oktober 2026.

Kasus ini semakin menjadi sorotan setelah korban mengungkapkan bahwa terapis tersebut sempat beberapa kali meminta maaf, bahkan melalui pesan pribadi setelah sesi pemijatan berakhir.

Kini, setelah kasus tersebut viral, pelaku yang bernama Hamda DF sampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik. Hal itu dilakukannya lewat unggahan di Threads.

1. Kronologi Dugaan Pelecehan saat Sport Massage di GBK

Dalam unggahan akun Threads @litaambrsr, korban menjelaskan bahwa dirinya membuat janji sport massage karena mengalami keluhan pada bagian kaki dan punggung. Pertemuan dengan terapis berlangsung sekitar pukul 12.00 WIB di kawasan GBK, tepatnya area Aquatic.

Namun, korban mulai merasa janggal ketika diminta membuka kaitan bra, terlebih proses pemijatan dilakukan di area terbuka atau outdoor. Menurut pengakuannya, ketika terapis sedang memijat bagian punggung dan pundak, tangannya kemudian berlanjut ke bagian dada hingga meraba sisi payudaranya dari atas ke bawah secara berulang.

Korban mengaku merasa tidak nyaman dengan tindakan tersebut. Meski demikian, ia sempat mengikuti arahan terapis karena menganggap tindakan itu merupakan bagian dari prosedur perawatan profesional.

Ia juga mempertanyakan alasan bagian dada perlu dipijat. Padahal, keluhan awal yang disampaikan adalah pada area punggung dan kaki.

Korban menyebut terapis sempat meminta maaf ketika menyadari dirinya terkejut. Namun, pemijatan tetap dilanjutkan hingga sesi berakhir.

2. Terapis Sempat Minta Maaf dan Akui Tindakannya Kelewatan

Setelah sesi sport massage selesai, korban mengaku kembali mendapatkan permintaan maaf dari terapis tersebut. Tidak lama kemudian, terapis itu disebut mengirimkan pesan pribadi melalui WhatsApp untuk menyampaikan permintaan maaf atas tindakannya.

Korban mengaku sempat merasa curiga karena permintaan maaf tersebut beberapa kali disertai ungkapan yang dianggap kurang pantas. Dalam percakapan yang dibagikan melalui Threads, korban menyebut terapis tersebut akhirnya mengakui bahwa dirinya terbawa suasana dan tidak seharusnya menyentuh bagian tubuh tersebut.

Pengakuan tersebut membuat korban semakin bingung dan mengalami perasaan campur aduk. Ia kemudian mengambil tangkapan layar percakapan sebagai bukti, membalas pesan tersebut, serta memblokir kontak WhatsApp dan akun Instagram terapis karena merasa ketakutan.

Korban juga mengungkapkan bahwa terapis tersebut sempat menghapus percakapan setelah dirinya menyebut bahwa salah satu brand yang bekerja sama dengannya merupakan klien korban.

 

3. Sejumlah Perempuan Lain Ikut Bersuara

Pengakuan @litaambrsr kemudian memicu perempuan lain untuk turut menceritakan pengalaman mereka saat menggunakan jasa terapis olahraga yang sama. Akun Threads @fitriaisla mengaku pernah mengalami pengalaman tidak menyenangkan ketika menggunakan jasa terapis tersebut untuk menangani cedera saat JRF.

Ia mengaku awalnya mempercayai terapis karena menganggapnya sebagai tenaga profesional. Namun, setelah membaca pengakuan perempuan lain, ia kembali mengingat pengalaman serupa yang sebelumnya disimpan sendiri.

Pengakuan lainnya datang dari akun @iamsarahra. Ia menceritakan pengalaman ketika menjalani pemijatan untuk mengatasi keluhan shin splint saat bertugas sebagai pacer. Dalam unggahannya, ia mengaku mengalami sentuhan yang tidak semestinya hingga area selangkangan ketika menjalani pemijatan kaki.

Ia mengaku terkejut dan tidak berani langsung menyampaikan keberatan karena baru mengenal terapis tersebut. Munculnya sejumlah pengakuan ini membuat kasus dugaan pelecehan dalam layanan sport massage di lingkungan komunitas lari semakin menjadi perhatian publik.

4. Pelaku Minta Maaf

Setelah kasusnya viral dan ramai diperbincangkan di media sosial, pelaku akhirnya angkat bicara. Dia unggah permintaan maaf di akun Threadsnya @hamdadf.

“Dengan segenap kerendahan hati, saya Hamda DF ingin menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas masalah yang sudah terjadi,” tulis akun @hamdadf.

“Saya menyadari bahwa kejadian ini telah menimbulkan ketidaknyamanan, kekecewaan, dan dampak bagi berbagai pihak yang terhubung dengan saya. Baik langsung dan secara tidak langsung,” lanjutnya.

“Saya sungguh menyesal atas apa yang sudah terjadi, saya akan menjadikan ini pelajaran penting untuk saya untuk memperbaiki diri, menjaga etika, bertanggung jawab dalam setiap tindakan ke depannya. Demikian pernyataan dan permohonan maaf ini saya sampaikan dengan tulus,” tutup Hamda.

Topik Menarik