IHSG Sesi I Anjlok 1,97 Persen ke Level 4.931, 569 Saham Berguguran

IHSG Sesi I Anjlok 1,97 Persen ke Level 4.931, 569 Saham Berguguran

Ekonomi | okezone | Jum'at, 6 November 2026 - 12:23
share

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,97 persen atau turun 98,9 poin ke level 4.931 pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (6/11/2026). Tekanan jual terjadi pada mayoritas saham dan sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pada pembukaan perdagangan, IHSG berada di level 4.955. Sepanjang sesi pertama, indeks bergerak dalam rentang 4.925 hingga 4.969 sebelum berakhir di zona merah.

Berdasarkan data perdagangan, sebanyak 569 saham mengalami penurunan, sedangkan 147 saham menguat dan 247 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.

Aktivitas perdagangan hingga jeda siang mencatatkan volume sebanyak 9,3 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp3,4 triliun. Frekuensi transaksi tercatat lebih dari 567 ribu kali.

Dari jajaran saham yang menguat, Wahana Inti Makmur (NASI) memimpin daftar saham dengan kenaikan tertinggi atau top gainers, yakni sebesar 29,23 persen. Saranacentral Bajatama (BAJA) menyusul dengan penguatan 28,87 persen, sedangkan Champ Resto Indonesia (ENAK) naik 26,57 persen.

Sebaliknya, Leyand International (LAPD) menjadi saham dengan penurunan terdalam atau top losers, yakni sebesar 10 persen. Imago Cakra Buana Resources Energi (CBRE) turun 9,55 persen, sementara Express Transindo Utama (TAXI) melemah 9,09 persen.

Dari sisi sektoral, hampir seluruh sektor perdagangan bergerak di zona merah. Sektor bahan baku mencatatkan pelemahan terdalam sebesar 4,05 persen, diikuti sektor infrastruktur yang turun 2,95 persen dan sektor energi yang melemah 2,81 persen.

Selanjutnya, sektor industri terkoreksi 2,35 persen, sektor kesehatan turun 1,82 persen, sektor teknologi melemah 1,65 persen, serta sektor siklikal terkoreksi 1,61 persen.

Tekanan juga terjadi pada sektor properti sebesar 1,38 persen, transportasi 1,27 persen, dan keuangan 1,19 persen. Sementara itu, sektor non-siklikal menjadi satu-satunya sektor yang bertahan di zona hijau dengan penguatan sebesar 0,54 persen.

Topik Menarik