Pohon Mangga vs Alpukat, Mana Lebih Cepat Berbuah jika Ditanam di Rumah?
MENANAM pohon buah di halaman rumah menjadi salah satu cara menyenangkan untuk menghadirkan suasana hijau sekaligus mendapatkan buah segar langsung dari kebun sendiri. Dua jenis pohon buah yang cukup populer ditanam di rumah adalah mangga dan alpukat.
Namun, ada satu pertanyaan yang sering muncul bagi pemula. Pohon mangga vs alpukat, mana yang lebih cepat berbuah jika ditanam di rumah?
Keduanya sama-sama bisa tumbuh dengan baik di lingkungan tropis seperti Indonesia. Akan tetapi, waktu mulai berbuah, kebutuhan perawatan, dan karakter pertumbuhannya memiliki perbedaan yang cukup signifikan.
1. Berapa Lama Pohon Mangga Mulai Berbuah?
Dilansir dari Hartley Botanic, pohon mangga termasuk tanaman buah yang relatif mudah dibudidayakan di Indonesia. Tanaman ini menyukai sinar matahari langsung dan dapat tumbuh baik di berbagai jenis tanah selama drainasenya bagus.
Lama waktu berbuah pohon mangga sangat dipengaruhi oleh asal bibit yang digunakan. Bibit hasil cangkok atau okulasi umumnya mulai berbuah sekitar 2–4 tahun. Bibit hasil sambung pucuk umumnya sekitar 2–4 tahun. Bibit dari biji bisa membutuhkan waktu sekitar 5–8 tahun atau lebih.
Angka tersebut merupakan perkiraan dan bukan jaminan. Kondisi lingkungan, varietas, pemangkasan, pemupukan, serta kesehatan tanaman turut menentukan kapan pohon mulai menghasilkan buah. Beberapa varietas mangga yang populer ditanam di rumah antara lain mangga manalagi, harum manis, gedong gincu, dan mangga chokanan.
Keunggulan pohon mangga adalah relatif mudah dirawat setelah tumbuh dengan baik. Dengan pemangkasan yang tepat, ukuran tajuknya juga bisa dikendalikan agar tidak terlalu memenuhi halaman rumah.
2. Berapa Lama Pohon Alpukat Mulai Berbuah?
Alpukat juga menjadi tanaman buah favorit untuk pekarangan rumah. Selain buahnya memiliki nilai konsumsi yang tinggi, pohonnya dapat memberikan keteduhan karena memiliki tajuk yang cukup rindang.
Sama seperti mangga, waktu berbuah alpukat bergantung pada metode perbanyakan bibit. Bibit hasil sambung atau okulasi umumnya mulai berbuah sekitar 3–5 tahun. Bibit hasil cangkok dapat mulai berbuah sekitar 2–4 tahun, bergantung pada varietas dan kualitas bibit. Bibit dari biji biasanya membutuhkan waktu sekitar 5–10 tahun atau lebih.
Salah satu hal penting dalam menanam alpukat adalah pemilihan varietas yang sesuai dengan kondisi iklim dan lokasi penanaman. Alpukat membutuhkan sinar matahari yang cukup, tanah yang gembur, serta sistem drainase yang baik. Tanaman ini tidak menyukai kondisi akar yang terus-menerus tergenang air.
Selain itu, beberapa varietas alpukat memiliki karakter pembungaan yang berbeda. Kehadiran varietas lain yang kompatibel dapat membantu meningkatkan peluang penyerbukan dan pembentukan buah.
3. Mana yang Lebih Cocok Ditanam di Halaman Rumah?
Pemilihan antara mangga dan alpukat sebaiknya tidak hanya berdasarkan kecepatan berbuah. Luas halaman, paparan sinar matahari, kondisi tanah, dan tujuan penanaman juga perlu dipertimbangkan.
Pohon mangga cocok jika ingin mendapatkan buah dalam waktu relatif cepat, memiliki halaman dengan paparan sinar matahari langsung, menginginkan tanaman buah yang relatif mudah dirawat, dan menyukai variasi rasa dan jenis mangga.
Pohon alpukat cocok jika menyukai buah alpukat untuk konsumsi keluarga, memiliki tanah dengan drainase yang baik, mempunyai ruang cukup untuk perkembangan tajuk pohon, dan bersedia memberikan perhatian lebih pada pemilihan varietas dan proses pembungaan.
Jika halaman rumah tidak terlalu luas, kedua jenis pohon tersebut tetap bisa ditanam dengan memilih bibit yang sesuai dan melakukan pemangkasan secara rutin.









