Gerakan Sederhana Ini Bantu Cegah Lonjakan Gula Darah, Lakukan setelah Makan Ya!
JAKARTA, iNews.id - Kebiasaan rebahan setelah makan perlu diubah. Sebab, aktivitas fisik ringan setelah menyantap makanan ternyata dapat membantu tubuh mengontrol kadar gula darah, bahkan gerakan sederhana seperti squat bisa memberikan manfaat bagi metabolisme.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Adam Prabata, mengungkapkan bahwa bergerak dalam waktu 15-30 menit setelah makan dapat membantu meredam lonjakan gula darah. Hal ini disampaikannya melalui unggahan di akun Threads.
"Olahraga setelah makan (dalam 15-30 menit), termasuk squat, bisa membantu meredam lonjakan gula darah," ungkap dr. Adam, dikutip Kamis (5/11/2026).
Menurut dia, manfaat tersebut berkaitan dengan cara tubuh mengolah makanan yang dikonsumsi. Setelah makan, karbohidrat dan zat gizi tertentu akan dipecah menjadi glukosa yang kemudian masuk ke aliran darah. Kondisi ini memicu pankreas melepaskan hormon insulin untuk membantu mengatur kadar gula darah.
"Jadi setelah makan, glukosa itu akan masuk ke darah dan memicu pelepasan insulin. Insulin memerintahkan otot dan hati untuk menyerap glukosa berlebih," jelasnya.
Namun, ketika seseorang mengonsumsi makanan dalam jumlah berlebihan atau jenis makanan yang dapat memicu kenaikan gula darah dengan cepat, tubuh harus bekerja lebih keras untuk mengendalikannya.
Dokter Adam menjelaskan, lonjakan gula darah yang terlalu tinggi membuat kebutuhan insulin meningkat. Glukosa yang tidak segera digunakan tubuh juga dapat disimpan sebagai cadangan energi, termasuk dalam bentuk lemak.
"Lonjakan gula yang terlalu tinggi membuat insulin bekerja lebih keras, dan kelebihan glukosa lebih mudah disimpan sebagai lemak," lanjutnya.
Di sinilah pentingnya aktivitas fisik setelah makan. Ketika tubuh bergerak, otot akan berkontraksi dan membutuhkan energi. Proses tersebut membantu otot mengambil glukosa dari darah sehingga pengendalian gula darah tidak hanya bergantung pada kerja insulin.
"Nah, kontraksi otot saat olahraga itu bisa membantu otot menyerap glukosa lebih cepat, sehingga puncak gula darah lebih rendah, kebutuhan insulin berkurang, hingga penyimpanan lemak menurun," paparnya.
Salah satu gerakan yang bisa dicoba adalah squat. Latihan ini tergolong praktis karena tidak membutuhkan peralatan khusus dan bisa dilakukan di rumah. Selain itu, squat melibatkan kelompok otot besar, terutama paha dan bokong, sehingga aktivitas otot menjadi lebih optimal.
"Squat efektif karena gerakannya melibatkan otot-otot terbesar di tubuh secara sekaligus, misalnya otot bokong dan paha," tambah dr. Adam.
Meski demikian, bukan berarti setiap orang harus langsung melakukan squat setelah makan. Aktivitas fisik perlu disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi tubuh. Bagi yang belum terbiasa berolahraga, gerakan ringan seperti berjalan santai juga bisa menjadi pilihan untuk tetap aktif setelah makan.
Orang dengan masalah pada lutut atau punggung juga perlu lebih berhati-hati sebelum mencoba latihan squat secara rutin.
"Namun bila ada masalah pada lutut atau punggung, harap berhati-hati dan dikonsultasikan dahulu ke dokter sebelum rutin melakukan gerakan seperti ini, ya!" pungkasnya.
Dengan demikian, kebiasaan sederhana setelah makan ternyata bisa memberikan manfaat bagi kesehatan metabolisme. Alih-alih langsung menghabiskan waktu dengan rebahan, menyempatkan diri bergerak sesuai kemampuan dapat menjadi salah satu langkah untuk membantu menjaga kadar gula darah tetap terkendali.









