Kasus Balita Dibunuh di Kebayoran Lama, Polisi Dalami Motif Pasutri Ini
JAKARTA - Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol Seala Syah Alam memastikan tidak ada alasan khusus bagi pelaku AR (22) dan ibu kandung korban, J (20), dalam memilih anak paling kecil sebagai korban dugaan pembunuhan.
"Jadi kalau untuk mengapa dipilih itu tidak ada, tidak ada Pak, tidak ada pilihan kenapa harus yang anak pertama atau yang kedua itu tidak ada," ujar Seala kepada wartawan saat jumpa pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (2/11/2026).
Diketahui, J memiliki dua orang anak. Sementara itu, anak pertamanya kini berada dalam penanganan Dinas Sosial untuk mendapatkan perawatan dan pemeriksaan kesehatan.
"Kalau untuk anak yang pertamanya sendiri pun juga sudah bersama kami, kami berkoordinasi dengan pihak kecamatan, itu ada di dinsos, seperti itu," terangnya.
Menurut Seala, dugaan penganiayaan yang berujung pada kematian korban dipicu oleh situasi yang dialami orang tua korban, bukan karena adanya alasan khusus dalam memilih salah satu anak sebagai korban.
"Jadi memang ada situasi yang dialami oleh orang tua korban, sehingga melakukan tindakan tersebut," katanya.
Sementara itu, polisi masih mendalami motif dugaan pembunuhan dan kekerasan terhadap anak di bawah umur tersebut. Penyidik juga mengusut peran serta hubungan antara AR dan J dalam kasus yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Adapun dokter forensik RS Polri, Asri M. Pralebda, yang memeriksa tubuh korban menemukan sejumlah luka lebam dan tanda-tanda kekerasan di berbagai bagian tubuh. Luka tersebut diduga berasal dari kekerasan yang terjadi dalam rentang waktu berbeda, baik baru maupun lama.
"Kemudian kami juga menemukan beberapa tanda-tanda kekerasan pada daerah wajah, perut, dada, dan keempat anggota gerak, baik itu kekerasan yang baru maupun kekerasan yang lama," tuturnya.
Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait tindak pidana yang menyebabkan hilangnya nyawa serta Undang-Undang Perlindungan Anak.
Sebelumnya, diberitakan seorang balita perempuan berusia di bawah dua tahun tewas diduga dibunuh pria berinisial AR (22) di toilet umum Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Sabtu (31/10/2026). Pelaku diduga melakukan perbuatan tersebut karena tidak mampu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.









